Pakde Karwo Raih Jurist Award 2018 dari FH Unair

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo saat menerima piala emas penghargaan Jurist Award 2018 dari Dekan FH Unair Prof Dr Abd Shomad SH MH.

Pemprov, Bhirawa
Gubernur Jatim Dr H Soekarwo mendapatkan penghargaan Jurist Award 2018 Bidang Birokrasi dari Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKA FH) Universitas Airlangga (Unair). Penghargaan diberikan karena Gubernur Soekarwo sebagai almunus FH Unair, dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan pengembangan di lingkungan birokrasi Pemprov Jatim.
Penghargaan berupa piala emas dan piagam penghargaan diserahkan oleh Dekan FH Unair Prof Dr Abd Shomad SH MH. Pemberian penghargaan dikemas dalam acara bertema Gala Dinner Reuni Akbar Fakultas Hukum Universitas Airlangga ke-50, di Dyandra Convex Surabaya, Sabtu (3/2) malam.
Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo, sapaan karib Gubernur Soekarwo mengatakan, Fakultas Hukum Unair terbukti telah menjadi sinar keilmuan bagi pendidikan ilmu hukum yang ada di seluruh Indonesia. Salah satunya dibuktikan dengan banyaknya pemikiran pemikiran besar yang dilahirkan dari Fakultas Hukum Unair, yang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ilmu hukum di kancah nasional bahkan di dunia internasional.
“Perkembangan kehidupan masyarakat saat ini mengalami kemajuan yang sangat luar biasa. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap penerapan mata kuliah yang diajarkan di ilmu hukum. Oleh karenanya, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim ini mengusulkan agar mata kuliah di FH Unair dievaluasi sesuai dengan kondisi masyarakat hari ini,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, salah satu mata kuliah dalam ilmu hukum yakni fiducIa egendoom overdracht. Mata kuliah berisi ilmu penjaminan terhadap pinjaman yang memperhitungkan taksasi bisnis tersebut harus mampu diterapkan di kehidupan masyarakat.
“Artinya, setiap pinjaman tidak harus ada penjaminan dalam sertifikat. Implementasi hukum harus melihat kondisi masyarakatnya. Tidak hanya dilihat dari sisi peraturan saja, melainkan harus mampu melihat kondisi sosial, ekonomi dan budaya,” ujarnya.
Dihadapan, sekitar 900 orang alumni yang hadir, Pakde Karwo menjelaskan, bahwa Pemprov Jatim telah melakukan berbagai macam kebijakan yang memberikan ruang bagi masyarakat dan memangkas regulasi yang ada. Konsep yang dilakukan oleh Pemprov Jatim yakni reregulasi dan deregulasi.
Dijelaskannya, berbagai pengaturan atau regulasi dimaksudkan untuk mendorong kemajuan pemerintah, termasuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, hendaknya regulasi tidak hanya bersifat melarang dan mengijinkan, serta deregulasi atau penghapusan yang danggap tidak baik, tetapi juga sekaligus reregulasi yakni penerbitan peraturan yang bersifat memfasilitasi atau mendorong.
Sementara itu, Dekan FH Unair Prof Dr Abd Shomad SH MH mengatakan, dukungan dari para alumi FH Unair sangat dibutuhkan demi kemajuan dan pengembangan kampus serta almamater. Untuk itu diharapkan para alumni mampu memberikan saran yang konstruktif, efektif dan efisien.
“Dukungan dan peran alumni FH sangat dibutuhkan, baik dukungan moril maupun material. Tanpa peran para alumni kami tidak ada apa apanya,” ujarnya sambil menegaskan keyakinannya para alumni memiliki perhatian yang luar biasa kepada almamaternya. [iib]

Tags: