Pandemi Covid-19, Angka Perceraian Stabil di Kabupaten Lamongan

Faktor Ekonomi dan Komunikasi Udara Jadi Indikator Utama Penyebab
Lamongan,Bhirawa
Tidak ada kenaikan angka perceraian selama hampir setahun pandemic Covid-19 dibandingkan tahun sebelumnya 2019. Namun dalam data kasus perceraian yang diselesaikan Pengadilan Agama(PA) Lamongan masih cukup tinggi.

“Karena pandemi itu efektifnya mulai awal Maret, jika dibandingkan dengan tahun kemarin angkanya tidak berubah, alias stabil,”ujar Humas PA Lamongan Achmad Sofwan,saat ditemui di kantornya,Senin(9/11).

Secara rinci juga dibeberkan oleh PA Lamongan soal prosentase pengajuan cerai gugat.Prosentasenya kebanyakan didominasi dari para istri, yakni sebesar 52%.Sementara yang mengajukan dari para suami itu prosentasenya sebanyak 48 %.

“Angkanya secara total 1.692 cerai gugat yang diajukan dari pihak istri.Cerai talak yang mengajukan suami sebanyak 799 atau 48%.”sebut Ach.Sofwan.

Ditambahkanya,ada dua indikator yang menjadi soal dasar atau penyebab adanya proses pengajuan cerai.Pertama soal ekonomi dan yang kedua adalah tingginya intensitas komunikasi udara atau hanphone.

“Rata – rata ini,selain soal perekonomian,dampak dari komunikasi udara atau handphone menjadi penyebab utama pengajuan cerai ke pengadilan agama. sementara soal Kekurangan nafkah diangka 60 %.”tambahnya.

Menjelang akhir tahun,Pengadilan Agama Lamongan Kelas 1-A membeberkan data sejumlah perkara yang ditanganinya.

Mulai awal Maret Hingga bulan November ini,Pengadilan Agama setempat telah memutuskan ribuan perkara di tengah situasi pandemi global Covid-19 dengan capaian putusan perkara 2.844.

Selain menangani perkara perceraian,PA Lamongan yang telah meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani(WBBM) ini juga menangani sejumlah perkara lainya dan telah diputuskan hingga menjelang ahir tahun ini.Perkara tersebut antara lain soal hak waris,asal usul anak,poligami dan lain sebagainya.

Pengadilan Agama sendiri saat ini sudah menerapkan inovasi pelayanan pengajuan perkara secara digital yang disebut E-Court.Pada tahun 2020 ini saja,E-Court yang masuk sebanyak 264,dari total masuk itu yang sudah diputuskan sebanyak 277. [aha/yit]

Tags: