Pandemi Covid-19, Menurunkan Permintaan Daging Sapi di Kabupaten Malang

Sapi potong yang diternak warga Desa Kalisongo, Kec Dau, Kab Malang. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Selama terjadinya Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), hal ini telah mempengaruhi permintaan masyarakat di Kabupaten Malang terkait kebutuhan daging sapi. Sehingga Pandemi Covid-19 tersebut telah menurunkan permintaan akan daging sapi.   

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang Nurcahyo, Selasa (5/1), kepada wartawan mengatakan, jika saat ini terjadi penurunan permintaan daging sapi hingga mendekati 50 persen, dari permintaan kebutuhan pada situasi normal sebelum adanya Pandemi Covid-19. Sedangkan penurunan kebutuhan daging sapi saat ini, selain disebabkan Covid-19, hal ini juga karena mahasiswa masih diliburkan, tamu hotel sepi, warung dan restoran sebagian tutup. Sehingga kebutuhan daging sapi menurun drastis.

“Dan jika sebelum Pandemi Covid-19, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Singosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang bisa menyembelih sebanyak 86 ekor per hari, namun saat ini hanya 43-45 ekor sapi per hari,” ungkapnya.  

Meskipun terjadi penurunan permintaan kebutuhan daging sapi, dia melanjutkan, tidak berdapak pada peternak di Kabupaten Malang, karena memelihara sapi merupakan investasi. Karena peternak investasinya tetap dan tidak kemana-mana. Sebab sebelum Pandemi Covid-19 , peternak melakukan jual beli, dan kalau saat ini masih ada di rumah menjadi tabungan, menunggu kondisi perkembangan Covid-19, dan nanti dalam kondisi bagus peternak akan menjualnya.  

Selain itu, kata Nurcahyo, para peternak sapi juga akan memanfaatkan momentum Peringatan Hari Raya Idul Adha 2021. Sehingga di hari raya itu akan terjadi peningkatan penjualan hewan ternak sapi dan kambing. Karena

momentum Hari Raya Idul Adha tersebut, untuk satu ekor sapi bisa dijual pada kisaran harga sebesar Rp 14 juta-Rp 25 juta atau lebih. “Tentunya untuk melihat kondisi kesehatan dan besar kecilnya sapi,” ujarnya.

Namun, masih dia katakan, jika hari biasa dijual dengan kisaran harga sebesar  Rp 14 juta-Rp 18 juta. Tapi jika peternak berinvestasi akan ada kenaikan sampai Rp 20 juta-Rp 29 juta. Sedangkan peternak sapi di wilayah Kabupaten Malang kini mencapai ratusan ribu peternak atau sebanyak 200 ribu peternak. Dan untuk RPH di Kabupaten Malang, yang terdaftar resmi tersebar ditujuh kecamatan, yakni Lawang, Tumpang, Kepanjen, Gondanglegi, Turen, Wajak dan Bululawang. 

“Di Kabupaten Malang terdapat beberapa penyuplai daging sapi potong, diantaranya dari wilayah Kecamatan Sumberpucung, Kalipare, Gedangan, Donomulyo, dan Wajak. Sehingga untuk stok daging sapi di tahun 2021 ini, di Kabupaten Malang masih aman dan tercukupi,” tandas Nurcahyo. [cyn]

Tags: