Pandemi Covid-19 Vs Pembelajaran Tatap Muka

Oleh :
Dede Nasrullah
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Mahasiswa Doktor Public Health Universitas Airlangga

Media sosial hari ini dipenuhi dengan berita dan informasi mengenai kluster baru covid 19 dari siswa SD hal ini dikarenakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang sudah berlangsung. Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa bulan yang lalu Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mengizinkan dibukanya pembelajaran tatap muka bagi wilayah PPKM yang berada pada level 1- 3. Nadiem menyampaikan vaksinasi untuk murid bukan menjadi keperluan atau kondisi pemerintah untuk membuka sekolah, namun yang harus menjadi pertimbangan adalah kondisi wilayah sekolah tersebut harus berada di level 1-3. Berdasarkan SKB 4 Menteri, hanya daerah dengan PPKM level 4 saja yang dilarang untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tentu dengan adanya kluster baru ini menjadi pertanyaan dan intropeksi bagi kita semua, mengapa pembelajaran tatap muka ini menimbulkan kluster baru?apakah sekolah abai dengan protokol kesehatan?

Berdasarkan catatan Kemendikbudristek per 20 September 2021 di 46.500 sekolah, ada 2,8 persen atau 1.296 sekolah yang melaporkan klaster COVID-19, klaster COVID-19 paling banyak terjadi di SD yaitu 2,78 persen dengan rincian sebagai berikut yaitu SD sebanyak 581 sekolah, SMP sebanyak 241 sekolah dan SMA sebanyak 107 sekolah. Adapun kasus COVID-19 yang banyak dilaporkan dli lingkungan SD dengan total guru dan tenaga kependidikan 3.174 orang positif COVID-19 dari 581 kluster sekolah. Apa yang harus kita lakukan untuk melindungi anak kita agar tetap bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka dan terlindungi dari Covid 19 ini?

Tentu kita semua tidak ingin mengalami hal tersebut terjadi pada keluarga kita khusunya yang memiliki anak usia sekolah dan melakukan pembelajaran tatap muka yang saat sedang berlangsung dan bahkan menjadi kekhawatiran semua orang tua. Selanjutnya langkah apa saja yang harus kita lakukan sebagai orang tua agar anak kita tetap bisa melakukan pembelajaran tatap muka dan aman juga bagi anak – anak kita?

Peran Keluarga

Keluarga yang dalam hal ini adalah orang tua menjadi peran yang sangat penting dalam mengedukasi anggota keluarga yang ada dirumah dan yang saat ini adalah anak yang sedang melakukan pembelajaran tatap muka. Keluarga memegang peranan penting yaitu mencapai memberikan asuhan kesehatan keluarga yang bertugas dalam pemeliharaan kesehatan (care giver) para anggotanya. Salah satu tugas kesehatan yang harus dilakukan oleh keluarga menurut Freidman (1981) yaitu memberikan pertolongan dan perawatan (care giver) kepada anggota keluarganya yang sakit dan yang tidak dapat membantu diri sendiri karena cacat fisik ataupun mental, karena apabila terdapat anggota keluarga yang sakit maka tidak bisa mandiri untuk memenuhi kebutuhan aktivitas hidupnya. Menurut ahli keluarga yaitu Friedman (1998, dalam Nasir & Muhith, 2011), menjelaskan bahwa keluarga dalam memenuhi kebutuhan kehidupannya memiliki fungsi-fungsi dasar keluarga. Fungsi dasar tersebut terbagi menjadi lima fungsi yang salah satunya adalah fungsi efektif, yaitu fungsi keluarga untuk pembentukan dan pemeliharaan kepribadian anak-anak, pemantapan kepribadian orang dewasa, serta pemenuhan kebutuhan psikologis para anggotanya. Apabila fungsi efektif ini tidak dapat berjalan semestinya, maka akan terjadi gangguan psikologis yang berdampak pada kejiwaan dari keseluruhan unit keluarga tersebut.

Peran orang tua yang harus dilakukan kepada anak yang melaksanakan pembelajaran tatap muka adalah pertama pastikan kondisi anak sehat dan tidak dalam kondisi sakit atau tidak fit, memastikan kondisi anak ini sangat penting agar anak aman. Kedua siapkan perlengkapan anak mulai dari handsanitizer, masker, alat sholat dan bekal makanan anak. Sebagai orang tua kita harus bisa memastikan bahwa anak kita membawa masker tambahan/lebih, serta alat- alat yang lainnya sehingga menghindari dari anak untuk bergantian alat dengan teman- teman yang lainnya. Ketiga tingkatkan imunitas anak, bantu anak dalam meningkatkan imunitasnya mulai dari selalu mengkonsumsi makanan dan vitamin pada anak. Keempat berikan penjelasan kepada anak terkait dengan kondisi covid 19 terkini, penjelasan terkait dengan covid 19 saat ini sehingga anak bisa memahami bahwa saat ini meskipun dalam kondisi level 1 misalnya akan tetapi menjaga dan memtahui protokol kesehatan (prokes) sangat penting. Kelima selalu pantau kondisi kesehatan anak secara berkala, orang tua wajib selalu memantau kondisi anak pada saat sesampaiannya di rumah, jika anak mengalami suhu yang tinggi maka segera di konsultasikan ke dokter.

Peran Sekolah

Peran sekolah juga sangat penting dalam rangka pembelajaran tatap muka sehingga kluster baru Covid-19 yang saat ini terjadi di sekolah- sekolah tidak menjadi meningkat dan semakin banyak. Pertama sekolah memastikan ketersediaan sarana dan prasana, hal ini menjadi penting karena dengan adanya ketersediaan sarana dan prasarana mulai dari sarana cuci tangan (handsanitizer) di tempat- tempat strategis, pemeriksaan suhu (thermogun) setiap akan masuk dalam lingkungan sekolah dan lain sebagainya. Kedua pastikan guru, siswa, dan karyawan sekolah sudah melakukan vaksin. Ketiga menyediakan ketersediaan masker untuk di sekolah, hal ini menjadi penting untuk menggantikan masker yang harus ganti dan tidak layak unuk digunakan kembali. Keempat menghindari 3C (Closed Spaces, Crowded Places, and Close Contact Situation). Kelima menghindari penggunaan sarana pembelajaran yang tertutup, menimbulkan kerumunan dan terjadinya kontak jarak dekat. Keenam melaporkan kepada satgas covid yang dibentuk oleh sekolah apabila ditemukan kasus COVID 19.

Mari kita bersama- sama terus menjaga dan melindungi keluarga kita khususnya anak kita supaya terhindar dari COVID 19 dan dapat melaksanakan kegiatan PTM dengan baik dan lancar.

———- *** ————

Tags: