Panen Raya, Harga Jagung ‘Terjun Bebas’

7-Jagung-3Tuban, Bhirawa
Petani Jagung di Tuban hanya bisa pasrah karena harga jagung antara Rp400-Rp500 perkilogramnya baik untuk jagung basah maupun kering. Kondisi ini disebabkan beberapa daerah di Bumi Wali itu panen jagung.
Setiap kali maasa panen atau memasuki masa panen raya, para petani jagung resah. Karena harga jagung menjadi tidak stabil dan mengalami penurunan. Mereka berharap pemerintah setempat bisa mengatasi masalah ini. “Harga jagung belum di jemur (basah) Rp1.900 perkilogramnya padahal sebelumnya¬† Rp 2.300 per kilo,” Kata Tarsilan (46), petani asal Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, saat ditemui kemarin, Kamis (6/3).
“Pasti setiap panen raya ini harganya turun mas, kalau terus turun petani juga yang rugi, hasil panen tidak bisa untuk menutup biaya tanam sampai perawatan dan panen,” sambung Rasmijan saat memanen jagungnya.
Hampir sebagian besar petani saat ini selain hanya bisa pasrah, juga berharap kepada pemerintah daerah supaya bisa mengendalikan harga Jagung supaya tidak terus turun. Mereka mengaku biasanya jika panen raya itu penurunan harga bisa mencapai Rp 1.000/Kg-nya.
“Kita tidak menuntut apa-apa dari pemerintah, cuma bagaimana harga hasil panen kami ini bisa stabil dikala waktu panen seperti saat ini, kalau bisa pemerintah mengontrol harga jagung supaya tidak terlalu murah,” Kata Wardani petani yang juga berasal dari Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Terkait dengan keluhan para petani jagung, Plt.Dinas Pertanian drh. Sumiyati belum bisa dikonfirmasi, berulangkali dikonfirmasi bhirawa via phonsel-nya tidak pernah ada respon, meski menujukan hand phone Plt.Kadis Pertanian yang juga merangkap sebagai Sekretaris Dinas masih aktif.  [hud]

Tags: