Pangdam Larang Prajurit Punya Istri Simpanan

Mayjen Sumardi

Mayjen Sumardi

Pamekasan, Bhirawa
Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya Mayjen TNI Sumardi mengingatkan kepada semua prajurit TNI di jajarannya agar tidak memiliki istri simpanan, karena hal itu bisa merusak citra institusi.
“Itu bisa menghancurkan kita,” tegas Mayjen Sumardi saat menyampaikan pengarahan kepada para perwira TNI dan juga dari Polri di ruang pertemuan Mapolres Pamekasan, Senin (28/9).
Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya datang ke Pamekasan bersama Kapolda Jatim Irjen Polisi Anton Setiadji, yang juga belum lama bertugas di Jatim.
Kedatangan kedua pimpinan institusi pertahanan dan keamanan ke Mapolres Pamekasan ini merupakan bagian dari lawatan mreka ke Pulau Madura. Sebelum ke Pamekasan, Pangdam bersama Kapolda Jatim juga mengunjungi Bangkalan dan Sampang, serta Kabupaten Sumenep, guna mengecek kesiapan pelaksanaan pilkada di wilayah itu.
Selain melarang para prajurit memiliki istri simpanan, Pangdam juga memerintahkan kepada seluruh anggota dari dua institusi tersebut tidak sampai terjadi perkelahian. “Prajurit juga tidak boleh terlibat narkoba. Kita harus disiplin dan menjadi contoh atau panutan masyarakat,” katanya.
Pria kelahiran Boyolali Jawa Tengah, 20 Februari 1959 ini juga meminta agar TNI menjaga hubungan baik dengan polisi, dan masyarakat, sehingga tercipta kedamaian dalam kehidupan sosial masyarakat.
Tidak hanya itu saja, Pangdam Mayjen TNI Sumardi juga meminta agar prajurit TNI senantiasa proaktif memberikan perlindungan dan menciptakan rasa aman kepada masyarakat, termasuk mensukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak yang akan digelar di Pamekasan dalam waktu dekat. “Manfaatkan semaksimal mungkin potensi daerah yang ada, demi untuk kesejahteraan masyarakat,” kata mantan Danyon-12 Grup-1 Kopassus ini menjelaskan. [din,ant]

Tags: