Panitia Pilkades Serentak Bondowoso Diimbau Perhatikan Data Pemilih

Agung Trihandono, Asisten I Pemkab Bondowoso (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bondowoso diimbau untuk berhati-hati saat melakukan pendataan pemilih. Hal ini di sampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Agung Trihandono usai menghadiri acara Bimbingan Teknis panitia Pilkades di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Senin, (18/11).
“Sudah saya ingatkan untuk benar-benar falid dalam pendataan pemilih. Soalnya persaingan antar calon head to head,” ungkapnya.
Apabila kata dia, melihat dari pengalaman Pilkades yang telah dilalui. Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) berpotensi menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaan Pilkades. Oleh sebab itu, seluruh warga Desa yang telah memiliki hak pilih atau yang telah memiliki KTP harus benar-benar tercover dalam DPT.
Namun jika dibandingkan dengan Pemilu, aturan Pilkades bisa dibilang ketat. Pasalnya apabila dibandingkan dengan Pemilu, walapun tidak terdaftar dalam DPT, yang bersangkutan dapat menyalurkan hak pilih asalkan memiliki KTP. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku dalam Pilkades. Untuk dapat menyalurkan hak pilih, yang bersangkutan harus terdaftar dalam DPT.
“Setiap pemilih wajib tercantum dalam DPT. Ketika masih tidak terdaftar di DPT, makanya ada DPTHP yang harus digunakan menjelang masa tenang,” jelas Agung-sapaan akrabnya.
Sementara informasi yang berhasil dihimpun, batas pemutakhiran Data Pemilih Sementara (DPD) berakhir tanggal 20 November. Sedangkan untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) tanggal 3 Desember dan Daftar Pemilih Tetap Hasil Peebaikan (DPTHP) tanggal 8 Desember atau H-4 sebelum diselenggarakannya pelaksanaan Pilkades tanggal 12 Desember 2019 mendatang. [san]

Tags: