Pantai Boom Masuk Jaringan Wisata Maritim

Wisatawan saat berkunjung ke Pantai Boom  Pantai berlatar belakang Pulau Bali ini terus berbenah  dengan menggandeng sejumlah investor untuk mendongkrak arus kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.

Wisatawan saat berkunjung ke Pantai Boom Pantai berlatar belakang Pulau Bali ini terus berbenah dengan menggandeng sejumlah investor untuk mendongkrak arus kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.

Banyuwangi, Bhirawa
Upaya mempercantik tampilan Pantai Boom terus dikebut. PT Pelindo III (Persero) melalui anak usaha PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) bersama Pemkab Banyuwangi kembali mendiskusikan masa depan Pantai Boom.
Direktur Utama PT PPI Prasetyo menginformasikan Pantai Boom bakal masuk dalam jaringan pengembangan wisata maritim yang terkoneksi dengan Pantai Benoa, Bali dan Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Pantai seluas 44,2 hektare itu masuk kawasan yang dikuasai Pelindo III Cabang Tanjung Wangi.
Ia berkata, Pantai Boom sangat potensial untuk dikembangkan sekaligus mendukung Kabupaten Banyuwangi mendongkrak arus kunjungan wisatanya. “Sayang kalau ditelantarkan karena sangat jarang pantai dengan kondisi geografis seperti Boom. Kami akan mengintegrasikan wisata marina antara Banyuwangi, Benoa, dan Labuhan Bajo,” kata Prasetyo di kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (22/1).
Di hadapan Bupati Abdullah Azwar Anas, Prasetyo memaparkan grand design yang akan mengubah wajah Boom. Ia membagi pembenahan itu ke dalam beberapa zonasi seperti: kawasan residence (hotel), restoran, komersial (water sport), public space, dan museum. Grand design dibuat berdasarkan potensi Pantai Boom. “Pengembangannya tetap berwawasan lingkungan, kearifan lokal, dan optimalisasi view menyesuaikan zonasi,” kata dia.
Apabila konsep berjalan mulus, Prasetyo akan menjadikan Pantai Boom sebagai pilot project buat menyulap wajah Pantai Benoa dan Labuhan Bajo. Dia pun siap menjaring investor yang beminat membenamkan modal di Pantai Boom. Itu sebabnya, Prasetyo berkeyakinan wisata marina terintegrasi antar provinsi bukan mustahil diwujudkan. “Masalahnya di Benoa itu terkendala perizinan dan isu lingkungan. Di sini pemda mendukung. Ke depan, kalau perlu ada seal Banyuwangi di Pantai Boom,” kata dia.
Setali tiga uang, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengapresiasi grand design yang diusung oleh Prasetyo. Bagi Bupati Anas, konsep ini kian mempermudah akses laut dari Pantai Benoa ke Pantai Boom dan sebaliknya. Ia berharap dalam 1-2 minggu ke depan perjanjian kerjasama perihal pengelolaan parkir dan kebersihan bisa diteken. Persoalan bisnis yang lebih makro, kata Anas, menunggu pembentukan BUMD Pariwisata yang ditargetkan terbentuk akhir 2015. “Jangan terlalu birokratis lah. Saya ingin cepat jalan karena banyak investor yang bertanya-tanya tentang Pantai Boom,” ujarnya.
Bupati Anas menambahkan, wisata Pantai Boom bisa juga diintegrasikan dengan pariwisata di Bali bagian barat, seperti Pulau Menjangan. Prasetyo agaknya sejalan dengan pemikiran Bupati Anas. “Wisata Pantai Boom bisa dipaketkan dengan Pulau Menjangan dalam konsep water sport atau lainnya,” Prasetyo menambahkan.
Pemkab Banyuwangi sendiri telah banyak keluar duit untuk merombak tampilan Boom. Pada 2015, Dinas PU Bina Marga mengalokasikan Rp 3,2 miliar, naik dibandingkan pada 2012 sebanyak Rp 2,8 miliar. Begitu pula DKP Banyuwangi siap menggelontorkan dana Rp 250 juta pada 2015. [nan]

Tags: