Paripurna Tatib Pengisian Wawali Kota Kediri, Satu Pasal dapat Penolakan

Kota Kediri, Bhirawa
Setelah cukup lama DPRD Kota Kediri melakukan pembahasan Tatib pengisian Wawali Kota Kediri melalui Panitia Khusus (Pansus) berakhir di Paripurna. Alhasil dalam paripurna tersebut terdapat pasal yang dianggap kontroversi hingga mendapatkan penolakan 50 persen anggota dewan.

Sebelum dibahas dalam Paripurna, draft peraturan DPRD Kota Kediri Tentang Tata Tertib Pemilihan Wakil Wali Kota Kediri pengisi sisa masa jabatan periode 2019-2024 pada pasal 6 point 3 menyebutkan “Anggota DPRD yang ditetapkan sebagai calon Wakil Walikota sebagaimana dimaksud ayat (1) wajib mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPRD”.

Pada point inilah dalam rapat paripurna mendapatkan penolakan hampir 50 anggota DPRD Kota Kediri. “Hampir lebih dari 50 persen anggota menolak pasal tersebut,” kata Ketua Pansus Tatib Wawali Ashari usai rapat Paripurna.

Dia menjelaskan, dalam pembuatan draft Tatib ini Tim Pansus mengacu pada hasil Study Banding dibeberapa daerah lain yang memiliki pengalaman pengisian Wawali yang serupa dengan Kota Kediri, dan hasilnya tidak ada menemukan daerah yang membiarkan calon Wawali dari DPRD tidak mengundurkan diri pada saat dia mencalonkan diri,

“Selanjutnya dari hasil Pansus kita laporkan, dan ternyata ada beberapa pasal yang menurut temen teman yang harus dirubah, Pandangan hukum dari temen sudah, pandangan hukum dari saya sudah, berkaitan dengan calon wakil wali kota yang dari DPRD, namun pandangan temen temen tidak harus mengundurkan diri kecuali yang bersangkutan sudah terpilih.” kata Ashari.

“Dalam paripurna juga diakomodir, ini akan menjadi catatan risalah pada saat sidang paripurna, akan menjadi dasar pengajuan evaluasi oleh Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jatim,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri dari fraksi Gerindra Katino mengungkapkan jika penolakan pasal 6 point 3 pada draft Tatib yang dilakukan sebagian besar anggota dewan, karena draft tatib tersebut mengacu pada aturan pemilihan kepala daerah.

“Untuk di Kota Kediri ini kan bukan pemilihan kepala daerah, jadi jika ada anggota DPRD yang maju menjadi wakil walikota tidak harus mengundurkan diri dulu,” tandasnya. [van]

Tags: