Pasar Lesu, Holcim Resmikan Pabrik Baru di Tuban Berkapasitas 3,4 Juta Ton

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin SE, MSi saat menandatangani prasasti peresmian pabrik semen terbaru PT Holcim Indonesia Tbk di Kabupaten Tuban, Senin (24/8).

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Saleh Husin SE, MSi saat menandatangani prasasti peresmian pabrik semen terbaru PT Holcim Indonesia Tbk di Kabupaten Tuban, Senin (24/8).

Pasar Semen Nasional Diproyeksi Menurun hingga 58-60 Juta Ton
Tuban, Bhirawa
Menteri Perindustrian RI Saleh Husin SE, MSi meresmikan pabrik semen terbaru PT Holcim Indonesia Tbk  berkapasitas produksi 3,4 juta ton per tahun di Kabupaten Tuban, Senin (24/8). Pada kesempatan tersebut, menteri juga meminta perusahaan semen  tersebut berkomitmen untuk menjaga industri hijau.
“Dengan kapasitas  3,4 juta ton semen per tahun ini, tentunya akan menambah kapasitas produksi semen nasional secara signifikan, dan diharapkan mampu mendukung kebutuhan dan pasokan semen. Peningkatan kapasitas produksi semen secara nasional ini juga sejalan dengan program percepatan pembangunan infrastruktur terpadu yang telah dicanangkan pemerintah,” kata Saleh Husin dalam sambutanya.
Pabrik yang  mayoritas sahamnya dimiliki dan dikelola oleh Holcim Group yang berbasis di Swiss ini memulai konstruksi lima tahun silam ini, dan ini merupakan proyek greenfield yang dilakukan pertama kali di Indonesia oleh Holcim. Dengan total investasi senilai 800 juta dollar Amerika, pabrik ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Jawa Timur dan Indonesia Timur yang tengah berkembang. Pabrik ini akan memberikan tambahan 40% terhadap total kapasitas produksi Holcim di Indonesia menjadi 12,5 juta ton semen per tahun. “Dengan penghargaan Green World yang diraih Holcim, tentunya hal tersebut bisa diikuti oleh perusan-perusahan lain, serta tetap berkomitmen pada industri hijau,” harap  Saleh Husin.
Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk Gary Schutz mengatakan di tengah stagnannya pasar semen seiring lesunya kondisi ekonomi Indonesia saat ini dan banyaknya kompetitor baru,  pihaknya optimistis masih mampu menjaga pasar. “Memang akan sulit,  diproyeksi penjualan semen nasional tahun ini stabil atau cenderung menurun di angka 50-60 juta ton. Tapi kami yakin bisa menjaga pasar kami seperti tahun lalu. Market Holcim hingga akhir 2014 kemarin mencapai 15% dari serapan semen secara nasional,” kata Gary.
Untuk memacu penetrasi pasar, kata Gary, pihaknya mengeluarkan beragam inovasi produk baru seperti produksi beton cepat kering, semen anti banjir khusus untuk pembangunan infrastruktur airport.
Namun Gary memperkirakan stagnannya pasar semen bersifat sementara, sejalan dengan pulihnya serapan anggaran pemerintah diharapkan pembangunan infrastruktur di Indonesia akan berjalan normal kembali. Dia yakin pasar konstruksi di negara-negara berkembang memiliki siklus  sendiri.
“Indonesia memiliki pondasi ekonomi makro yang kuat secara keseluruhan dalam jangka panjang, karenanya kami optimistis perekonomian akan pulih dengan realisasi dari investasi pemerintah dan sektor swasta di bidang infrastruktur dan perumahan yang sempat tertunda,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tuban H Fathul Huda dalam sambutannya mengatakan Tuban saat ini menjadi salah satu tujuan investasi di Jatim. Salah satu daya tarik investor untuk berinvestasi karena Pemkab menyediakan berbagai kemudahan perizinan. “Kami telah menyederhanakan perizinan sesuai dengan kewenangan kami di daerah,” katanya.
Karena banyaknya investasi baik PMA dan PMDN itulah, berimbas pada peningkatan PDRB Kabupaten Tuban. Pada 2012 lalu PDRB Kab Tuban Rp 27, 615 triliun, pada 2013 meningkat menjadi Rp 31, 462 triliun.
“Meski banyak investasi asing masuk, kami meminta perusahaan berkomitmen untuk mengutamakan masyarakat Tuban sebagai pekerja dan tetap menjaga lingkungan. Itu termasuk komitmen yang kita minta pada Holcim,” ujar Bupati Fathul Huda. [hud,tis]

Tags: