Pasar Rakyat Probolinggo Topang Perekonomian

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Probolinggo, Bhirawa
Keberadaan Pasar Rakyat (PR) yang semula dikenal sebagai pasar tradisional, perlu dilindungi dan dipertahankan keberadaannya, walaupun saat ini seang berkembang pasar moderent (waralaba).
Wali Kota Probolinggo Hj. Rukmini Buchori, mengatakan  dengan program jelajah Pasar Rakyat Nusantara, Bank Danamon bersama-sama pemerintah kota Probolinggo terus berupaya untuk melaksanakan revitalisasi terhadap pasar rayat, dengan berupayah merobah perilaku masyarakat,
Berbagai upaya dilakukan pemerintah kota Probolinggo untuk menjadi pasar rakyat sebagai pasar yag lebih baik lagi, tidak sekedar sebagai pasar namun sebagai tempat bertemua antara pedagang dan pembeli dengan harga yang paling murah dibandingkan dengan harga yang ada di pasar moderet.
Selain itu pula pasar rakyat khususnya untuk pasar baru saat ini sudah tidak lagi menjadi sebuah pasar, melainkan juga menjadi tempat wisata yang cukup menarik, disamping bangunan pasar Paling kuno juga memiliki keunikan tersendiri, dengan bank sampahnya.
Pasar rakyat sebagai penggerak perekonomian yang sangat strategis, sebagai tempat perputaran uang yang cuup handal setiap harinya. “Namun masih banyak pasar rakyat yang belum bisa memberikan keamanan dan kenyamanan, semua itu disebabkan pasar tersebut kumuh, bau, becek dan gelap, untuk itulah perlu dilakukan pembenahan baik fisik maupun non fisik,” kata Hj. Rukmini, Minggu (13/9).
Kota Probolinggo sendiri untuk masalah revitalisasi pasar rakyat, untuk tahun 2015 ini sudah dilaksanakan, namun untuk tahun 2016 sedang diusulkan, namun belum ada angaka yang bisa diberikan berapa besarannya, yang jelas untuk kebutuhan tersebut sudah dilakukan dan perlu dibahas melalui DPRD, ujarnya.
Untuk merevitalisasi pasar tradisioanl atau pasar rakyat in bersama bank Danamon kali ini merupakan tahun yang ke lima (5), tahun ini melengkapi hari jadi kota Probolinggo yang ke 656. Pasar yang ada sudah semakin edukatif dan berbudaya. Untuk itulah diharapkan masyarakat mendukung kelangsungan keberadaan pasar rakyat ini, agar lingkungannya menjadi sehat, hijau, bersih dan terawat, paparnya.
Restu Pratiwi, Ketua dan Drektur Eksekutif Yayaan Danamon Peduli mengungkapkan, festival pasar rakyat ke 3 di pasar baru kota Probolinggo ini  merupakan yang paling greget, keterlibatan peerintahd an masyarakatnya sangat tinggi, hal  ini yang akan mampu mempercepat upaya revitalisasi terhadap pasar rakyat yang ada.
Yayasannya bergerak pada hal non fisik, yang memerlukan proses cukup panjang agar pasar rakyat tersebut menjadi pasar yang diharapkan. Dimana untuk merobah perilaku masyarakat memerlukan proses, salah satunya melalui diskusi kelompok yang digalang melalui paguyuban pasar. Probolinggo satu satunya pemerintah daerah yang sudah mengeluarkan SK mengenai kelompok kerja.
Berbagai permasalahan bisa didiskusikan , oleh sebab itulah pasar baru merupakan pasar yag menjadi psar percontohan dalam hal penanganan perobahn psar yang semula kumuh menjadi psar yang bersih dan tertata rapi, terbukti apa yang dilaksanakan sekarang ini berjalan dengan baik, tandasnya.
Demikian dengan Muliadi Rahardja, wakil Direktur Utama Danamon dengan tegas mengatakan, dihak danamon sendiri melaksanakan simpan pinjam dengan dana sebesar Rp. 25 trilyun di seluruh Indonesia, menunjukan bahwa warga/ pedagang pasar adalah sebagai mitra, bukan sebagai nasabah.
Ia tidak mau pasar rakyat yang ada saat ini terus berkurang akibat berkembangnya pasar moderent. Dimana saat ini pasar rakyat sudah berkurang hingga 4000 pasar, ini tidak dapat di biarkan, kita harus berberak sehingga keberadaannya tetap bertahan bahkan justru berkembang pesat.
Dari 535 kabupaten/kota yang ada di Indonesia ini, kami memilih tidak lebih dari 10 pasar rakyat saja untuk kami kembangkan. Hal tersebut berarti upaya kami maksimal dalam penanganan dan kami tidak main-main sehingga pasar yang ada menjadi pasar rakyat dengan hal yang mampu memberikan tambnahan PAD cukup besar bagi pemerntah daerah, tambahnya. [wap]

Tags: