Pasar Tradisional Rentan Terjadi Penambahan Klaster Baru Covid-19 di Kabupaten Malang

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab Malang saat meninjau Pasar Singosari, Kec Singosari, Kab Malang, yang berpotensi menjadi klaster baru Covid-19

Kab Malang, Bhirawa
Pasar tradisional di wilayah Kabupaten Malang sangat rentan dengan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Dan bahkan, penyebaran virus tersebut bisa menjadikan klaster baru di dalam pasar itu sendiri. Karena selama ini para pedagang dan penjual masih ada yang belum mematuhi aturan pemerintah yaitu protokol kesehatan.

Demikian yang sampaikan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto, Senin (15/6), kepada wartawan, Menurutnya, dirinya juga mengimbau kepada para pedagang dan pengunjung pasar tradisional, seperti yang berdagang di toko maupun los, dan juga pada Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menjalankan protokol kesehatan. “Himbauan itu kita lakukan agar agar tidak muncul klaster baru di pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Malang ini,” ujarnya.

Sedangkan himbauan itu, kata dia, selalu dilakukan oleh petugas, baik itu dari petugas pasar tradisional maupun petugas gabungan dari TNI/Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Dan himbauan itu juga melalui pengeras suara dari Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar. Sedangkan himbauan itu dilakukan selama dua jam sekali. Selain itu perugas gabungan juga berkeliling dengan menggunakan megafon atau pengeras suara genggam.

“Dengan melakukan himbauan agar mematuhi protokol kesehatan pada pedagang pasar dan penjual, diharapkan bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat untuk berpola hidup sehat dan bersih agar tidak menimbulkan klaster baru di Kabupaten Malang,” tegas Agung.

Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, kata dia, masyarakat perlu di edukasi untuk selalu berpola hidup sehat dan bersih. Dan setiap pintu masuk pasar sudah kami pasang wastafel secara permanen. Sehingga para pedagang dan pengunjung dianjurkan memakai masker, dan sebelum masuk pasar harus mencuci tangannya dengan sabun, yang sudah kita sediakan. Untuk saat ini, dirinya juga tengah mengajukan anggaran untuk pengadaan Face Shield yaitu salah satu Alat Pelindung Diri (APD), sebanyak 14.967 buah Face Shield.

Sedangkan, lanjut Agung, Face Shield tersebut untuk digunakan para pedagang yang tersebar di 33 pasar yang ada di Kabupaten Malang. Dan jumlah Face Shield sebanyak itu, diberikan kepada pedagang yang menetap. “Untuk anggaran sudah kita ajukan sebesar Rp 1 miliar. Dari anggaran sebesar itu, selain untuk pembelian Face Shield, juga digunakan untuk sarana dan prasarana protokol kesehatan. Diantaranya, tempat cuci tangan, masker, dan hand sanitizer,” jelasnyanya. [cyn]

Tags: