Pasca OTT, Persaingan Pilbup Sidoarjo Semakin Terbuka

Suko Widodo

Surabaya, Bhirawa
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sidoarjo tidak hanya berdampak pada iklim pemerintahan yang sedang berjalan. Di sisi lain, OTT menjelang Pemilihan bupati pada September mendatang juga berdampak pada peta politik yang sedang berkembang di Sidoarjo.
Lantas, siapa paling diuntungkan secara politis? Dosen Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Dr Suko Widodo menilai, peristiwa OTT justru memberi peluang yang sama bagi semua bakal calon Bupati Sidoarjo. Tak ada lagi calon paling kuat karena mendapat dukungan pendopo. Sehingga, persaingan akan menjadi lebih ketat. “Pada situasi seperti saat ini, calon yang memiliki modal paling kuat akan dapat mengungkit peluang menuju Pendopo Sidoarjo,” tutur Suko Widodo, Selasa (21/1).
Modal tidak hanya soal kapital. Suko Widodo menjelaskan, modal utama yang terpenting adalah kemampuan personal dan sosial. Dua hal itu, yang saat ini jauh lebih dibutuhkan oleh publik untuk mengembalikan kepercayaan terhadap integritas pemerintah. “Wakil Bupati Sidoarjo saat ini sesungguhnya tengah menghadapi ujian untuk menjalankan perannya sebagai bupati. Jika Cak Nur (Nur Ahmad Syaifudin) berhasil, maka dia punya modal personal dan sosial yang lebih dari cukup,” tutur Suko yang juga Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair tersebut.
Suko beranggapan, jika dalam waktu sembilan bulan ini Cak Nur berhasil merebut kepercayaan publik, maka dialah calon terkuat Bupati Sidoarjo. “Siapapun lawannya, tidak ada yang sepadan dengan modal yang dimiliki Cak Nur saat ini. Baik modal personal maupun sosial,” sambung Suko Widodo. Secara personal, lanjut dia, Cak Nur memiliki pengalaman yang kuat dalam memimpin pemerintah eksekutif, baik sebagai wakil bupati maupun pelaksana tugas bupati. Secara sosial, Cak Nur mampu berkomunikasi dengan baik pada berbagai kalangan masyarakat.
Kendati demikian, Suko tidak menampik persaingan ketat yang terjadi di internal PKB. Sejumlah nama dikabarkan tengah berebut tiket dari partai dengan kursi terbanyak di Sidoarjo tersebut. Namun, Suko yakin, PKB juga akan berhitung dalam menentukan siapa calon yang akan didukung. “PKB memang harus segera bersikap. Memilih siapa kandidatnya sebelum konstituen mereka semburat,” pungkas Suko Widodo. (tam)

Tags: