Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Blitar Bertambah Dua Orang

Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM

Kabupaten Blitar, Bhirawa
Secara resmi Pemerintah Kabupaten Blitar kembali mengumumkan adanya penambahan dua orang pasien positif baru Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Blitar, sehingga kini jumlahnya pasien terkonfirmasi positif sebanyak 8 orang, Rabu (29/04).
Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM, mengatakan menyikapi adanya lonjakan pasien positif corona pihaknya meminta seluruh lintas sektoral seperti Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona dan masyarakat saling bersinergi meningkatkan kewaspadaan, dimana angka jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 kini sebanyak 8 orang setelah adanya penambahan 2 orang.
“Untuk itu Pemeriksaan Kesehatan atau Check Point di perbatasan harus lebih diperketat, penyemprotan disinfektan serta mengoptimalkan fungsi karantina wilayah juga dimaksimalkan lagi agar penyebaran COVID-19 benar-benar bisa dicegah,” kata Bupati Blitar, Drs. Rijanto, MM.
Lanjut Bupati Rijanto, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar lebih mewaspadai penyebaran virus corona, dengan tetap memperhatikan anjuran protokol kesehatan seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan massa dan tidak keluar rumah.
“Hal ini merupakan salah satu pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri agar kita aman dari Virus,” jelasnya.
Ditambahkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Krisna Yekti, penambahan 2 orang terkonfirmasi positif baru yang pertama adalah seorang perempuan berusia 37 tahun asal Kecamatan Srengat yang merupakan klaster pelatihan calon Petugas Haji, Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan kedua adalah seorang wanita berusia 69 tahun asal Kecamatan Selopuro, yang telah meninggal pada 18 April lalu.
“Untuk kasus positif asal Kecamatan Srengat, sebelumnya sudah pernah dirawat di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dengan status Pasien Dalam Pengawasan atau PDP,” kata Krisna Yekti.
Selain itu dikatakan Krisna, selama dirawat telah menjalani rapid test dan swab test sebanyak dua kali, namun hasilnya negatif. Kemudian dia diperbolehkan pulang seiring kondisi kesehatannya yang juga semakin membaik.
“Namun kami lakukan swab dan rapid test untuk ketiga kalinya, untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar negatif, dan ternyata hasil swab ketiga ini keluar positif,” terangnya.
Sementara untuk wanita 69 tahun asal Kecamatan Selopuro yang sebelum meninggal sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar. Dia mengalami gejala klinis mengarah ke Covid-19. Kemudian petugas dari Dinas Kesehatan melakukan swab test sebelum meninggal.
“Tetapi setelah masuk rumah sakit swasta, kesehatannya menurun dan pada 18 April meninggal. Sempat kita swab dan hasilnya keluar dinyatakan positif,” jelasnya.
Untuk itu pihaknya juga telah melakukan tracing siapa saja orang-orang yang pernah kontak erat dengan kedua pasien positif tersebut, termasuk tenaga medis di rumah sakit swasta yang merawat pasien asal Selopuro yang meninggal dunia.
“Kita juga sudah rapid test sebanyak 37 orang yang kontak erat di rumah sakit swasta tempat pasien dirawat untukmelakukan tracing,” imbuhnya. [htn]

Tags: