Pasien Positif Covid-19 Sembuh Ditolak Warga di Situbondo

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama Dandim, Kapolres dan Sekda Syaifullah saat menjelaskan penyelesaian penolakan warga Panarukan atas pasien Covid-19 sembuh, Selasa (31/3). [sawawi/bhirawa]

(Disepakati Tinggal di Hotel atau Lokasi Karantina)
Situbondo, Bhirawa
Selasa (31/3) berlangsung rapat koordinasi (rakor) Bupati bersama jajaran Forkopimda dalam rangka untuk penyelesaian permasalahan penolakan warga Panarukan atas pasien Covid-19 yang telah sembuh.
Rakor tentang penolakan warga yang beralamat di RT 03/RW 04 Dusun Karangsari Desa Kilensari Kecamatan Panarukan itu dipimpin Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama jajaran Forkopimda. Total peserta rakor tercatat sebanyak 25 orang.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto membenarkan satu pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumahnya ditolak oleh masyarakat setempat. Pasien tersebut, aku Bupati Dadang, berada di RT 03/RW 04 Dusun Karangsari Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Situbondo. Kata Bupati Dadang, orang tersebut kini sudah dinyatakan sehat dari virus corona. “Sebenarnya yang perlu diwaspadai justeru orang-orang yang berada disekelilingnya,” ujar Bupati Dadang.
Menurut Bupati Dadang, ada dua alternatif penyelesaian permasalahan tersebut. Pertama, urai Bupati Dadang, pasien tersebut diminta melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Jika yang bersangkutan tidak mau, tuturnya, maka bisa dilakukan alternatif kedua berupa penyediaan hotel untuk ditempati yang bersangkutan. “Nanti harus dijaga oleh aparat keamanan dan Satpol PP. Lalu langkah selanjutnya dilakukan tracing guna mengantisipasi penularan,” ucap Bupati Dadang.
Sementara itu Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Akhmad Juni Toa mengakui saat ini yang berada dalam suasana tanggap darurat semua pihak harus memahami situasi pro-kontra tersebut. Sebaiknya, ujar Dandim, opsi pemaksaan harus dihindari. Sebaliknya, urai Dandim, semua elemen harus belajar memahami ilmu tentang Corona agar bisa menjadi duta yang bisa menjelaskan secara benar tentang Corona kepada masyarakat. “Memang perlu ada ketegasan di lapangan. Jika pasien dipindahkan dari rumahnya, apa ada jaminan tidak ditolak di tempat yang baru. Menurut saya petugas harus melakukan isolasi lokal di desa setempat,” kupas Dandim.
Disisi lain, Kapolres Situbondo AKBP Sugandi, menerangkan memberi pengertian kepada satu orang akan lebih mudah kepada orang yang banyak. Sehingga, ulasnya, kepada pasien sebaiknya dilakukan penggalangan untuk masuk ke lokasi karantina yang sudah dipersiapkan sehingga dapat meredam gejolak masyarakat. Terpisah, Sekda Syaifullah menimpali untuk pelaksanaan isolasi mandiri agar terlebih dahulu dipikirkan logistk dan pembiayaan bagi pasien. “Ini juga harus dibahas,” terang Sekda Syaifullah. [awi]

Tags: