Pasien RSUD Sidoarjo Tak Bisa Nyoblos

Meski sedang bertugas, perawat di RSUD Sidoarjo tetap gunakan hak suaranya untuk nyoblos dalam Pileg 2014 pada 9 April kemarin. [ali/bhirawa]

Meski sedang bertugas, perawat di RSUD Sidoarjo tetap gunakan hak suaranya untuk nyoblos dalam Pileg 2014 pada 9 April kemarin. [ali/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Angka Golput di Kab Sidoarjo dalam Pileg 9 April kemarin tak bisa dihindari. Salah satunya dari pasien-pasien yang sedang di rawat di RS. Di RSUD Sidoarjo, petugas dari TPS 8, Dusun Sidowayah, Kel Celep, Kec Sidoarjo, yang jemput bola ke RSUD tak sampai keliling ke kamar-kamar pasien yang dirawat di RS Pemkab Sidoarjo itu.
”Harapan kita sebenarnya bisa keliling ke kamar-kamar pasien, tapi petugas terbatas sehingga tak bisa kita lakukan,” ungkap Riyatin Sudari, petugas TPS 9 Dusun Sidowayah, Kel Celep, yang diperbantukan TPS 8 untuk melayani masyarakat yang ada di RSUD Sidoarjo, Rabu ( 9/4) kemarin.
Karena banyaknya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada di TPS 8, pelayanan coblosan jemput bola  di RSUD pun baru bisa dilakukan diatas pukul12.00 WIB, dengan membawa satu kotak suara. TPS nya ditempatkan  di lantai dasar ruang Tulip. Karena banyak keluarga pasien yang ingin nyoblos, demikian juga perawat di RSUD, sehingga waktu coblosan yang menurut ketentuannya sampai pukul 13.00 WIB sempat molor.
Menurut Riyatin, harusnya pada pileg 2014 ini di RSUD Sidoarjo ada TPS khusus. Supaya bisa focus melayani pasien, keluarga pasien dan pegawai RSUD yang sedang masuk kerja. Tapi menurutnya, intruksi dari pusat tidak ada. Padahal pada Pileg 2009, sempat ada TPS khusus di RSUD.  Pada Pilkada Jatim 2013 kemarinpun, di RSUD Sidoarjo sudah tidak ada TPS khusus.
”Karena tidak ada TPS khusus, akhirnya terpaksa harus nunut pada TPS terdekat di RSUD, yakni di TPS 7 dan TPS 8 kelurahan Celep,” kata Riyatin.
Diakui Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Celep, Teguh Prihandoko, pasien yang dirawat di dalam kamar RSUD harusnya juga diakomodir. Sebab mereka juga memiliki hak suara untuk nyoblos. ”Hanya karena keterbatasan kami bagaimana lagi, kenyataan di lapangan seperti itu,” kata Teguh mengakui.
Teguh yang juga ikut melakukan jemput bola ke RSUD,  menyampaikan tak adanya TPS khusus di RSUD, karena untuk membuat TPS khusus menurut ketentuannya harus ada DPT. Padahal di RSUD menurutnya campuran, karena pengunjungnya berasal dari berbagai daerah. Maka itu ditiadakan TPS khusus disana. [ali]

Rate this article!
Tags: