Pastikan Jalankan Protokol Kesehatan, Bupati Bondowoso Tinjau Dua Perusahaan

Bupati Drs KH Salwa Arifin saat meninjau Perusahaan di Bondowoso. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan disebuah perusahaan yang ada di Kota Tape ini, Bupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin meninjau langsung dua perusahaan yakni Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) dan sebuah perusahaan pengelolaan kayu yakni CV. Anugerah Alam Abadi, Rabu (19/8).

Pada kesempatan ini, Bupati Salwa menggandeng Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz dan Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Jadi, melihat langsung proses produksi kedua perusahaan tersebut, di tengah pandemi Covid-19 ini.

Saat ditemui awak media, usai melakukan pemantauan, Bupati Salwa Arifin menjelaskan, bahwa seluruh perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Yakni seluruh karyawan sudah menggunakan masker dan tidak terjadi kerumunan karena memang jumlahnya sedikit.

“Sudah bagus. Sudah memenuhi ini protokol kesehatan. Karyawannya sudah jaga jarak, tidak desak-desakan. Mereka sudah pakai masker,” terangnya saat dijumpai awak media di gudang SPBE Dadapan.

Mengenai kemungkinan adanya rapid test massal terhadap para karyawan, Bupati Salwa mengembalikan pada perusahaan masing-masing.

Pada saat pulang kerja, para karyawan juga diimbau agar menerapkan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing untuk mencegah meluasnya Covid-19 secara masif. Baik di tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat.

Orang nomor satu di Bondowoso itu berharap Kota Tape ini akan segera menjadi zona hijau dan tidak ada lagi penambahan pasien COVID-19. Untuk mewujudkan hal itu, masyarakat diimbau terus disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru.

Bupati pun juga memaparkan, jika kunci sukses dalam mencegah Covid-19 adalah dengan meningkatkan rasa disiplin dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam segala aktivitas.

“Mari bersama lindungi diri sendiri dan keluarga. Bersama-sama kita menerapkan adaptasi kebiasaan baru,” pungkasnya.

Sementara itu, manajer SPBE Dadapan, Handoko, menerangkan selama ini pihaknya telah menerapkan standar operasional perusahaan. Selama pandemi, Handoko menyebut tidak terlalu berdampak pada distribusi gas elpiji.

“Dampaknya tidak terlalu banyak karena ini kebutuhan ya. Agen datang ya kita isikan,” jelasnya singkat.

Untuk diketahui, selama penerapan tatanan kehidupan baru, Bupati telah mengeluarkan Surat Edaran. Selain menerapkan protokol kesehatan, para perusahaan diimbau agar setiap jam masuk kerja selalu mengumumkan kepada tenaga kerjanya untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Adapun informasi yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Bondowoso, rata-rata perusahaan sudah beroperasi kembali setelah new normal. Secara keseluruhan, terdapat 863 perusahaan di Bondowoso. [san]

Tags: