Pastikan Kota Batu Semakin Rindang dan Sejuk di HUT Ke-19

Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi memimpin Apel Peringatan HUT Kota Batu ke-19 di Balaikota Batu, Sabtu (17/10).

Kota Batu,Bhirawa
Wali Kota Batu, Hj Dewanti Rumpoko MSi memastikan bahwa di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 ini Batu menjadi kota yang semakin rindang dan sejuk. Karena itu selesai upacara Peringatan HUT yang digelar di Balai Kota Among Tani Batu, Dewanti mengajak seluruh elemen kota dan masyarakat untuk menanam 15 ribu bibit pohon di 19 titik yang ada di Batu.

Selain peduli kepada lingkungan, Dewanti juga mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Hal ini untuk menghadapi kondisi sulit di tengah pandemi covid-19. “Banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi bahkan kehilangan pendapatan karena pemutusan hubungan kerja,”ujar wali kota saat memimpin Apel Hari Jadi ke-19 Kota Batu, Sabtu (17/10).

Dengan kondisi sulit ini walikota mengajak semua pihak untuk saling menguatkan dan terus bahu membahu dalam bekerja untuk mengatasi tantangan ke depan. Wali kota yakin kondisi sulit ini bisa dilalui dengan nilai- nilai sosial yang dimiliki seperti, semangat gotong royong, dan semangat persaudaraan atau solidaritas.

Dalam kesempatan itu, Dewanti juga mengucapkan selamat atas HUT Provinsi Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa pembangunan di Kota Batu dari masa ke masa seiring dan sejalan dengan capaian provinsi Jawa Timur. Dan Kota Batu saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat.

“Namun saya perlu mengingatkan agar kita tidak cepat berpuas diri, dengan berbagai kemajuan dan hasil pembangunan yang telah kita capai,” pesan Dewanti.

Usai memimpin jalannya upacara, walikota bersama jajaran serta para tamu undangan melanjutkan kegiatan dengan penanam pohon bertempat di Jl.Sudirman, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Penanaman pohon kali ini berkonsep ‘Satu Nama Satu Pohon’ yang bisa diikuti oleh semua elemen Kota Batu, para undangan, dan masyarakat.

Kurang lebih ada 15 ribu bibit pohon yang disediakan. Dan penghijauan ini akan terus dilakukan berkelanjutan hingga akhir tahun dan merata di seluruh sudut Kota Batu. Dan wali kota menanam pohon setinggi sembilan meter dengan dibantu alat ekskavator untuk mengisi tanah saat penanaman.

“Kota Batu banyak memiliki sumber mata air dan hulunya Sungai Brantas. Seluruh masyarakat punya tanggung jawab moral untuk melestarikan alam dan gerakan konservasi air dengan menanam pohon,” ujar Dewanti.

Ke depan, lanjut Dewanti, sumber mata air yang ada di Kota Batu tidak akan berkurang debitnya, apalagi sampai mengering. Maka perlu gerakan kolektiv menanam banyak pohon di beberapa lokasi di Kota Batu. Termasuk di kawasan protokol untuk menghijaukan kawasan perkotaan.(nas)

Tags: