Patung Buatan Nyoman Winten Ditolak Kiai Sidoarjo

5-foto-kaki-hds-1Sidoarjo, Bhirawa
Patung lambang kerja keras buatan Nyoman Winten, pemahat dari Bali yang ditempatkan di Alun-alun Sidoarjo diminta untuk diturunkan. Sebab penempatan patung-patung itu dinilai para kiai tak layang dipasang karena dapat menimbulkan hal yang mudarat.
Ketua DPRD Sidoarjo, Sulamul Hadi Nurmawan, Selasa (16/12) kemarin, membenarkan sudah menghubungi Kepala Dinas  Kebersihan dan Pertamanan Sidoarjo, Bahrul Amig, untuk tak meneruskan pemasangan patung yang didatangkan dari Pulau Bali itu. ”Saya sudah menerima masukan dari para kiai agar pemasangan patung jangan diteruskan,” ujarnya.
Patung warna dasar kuning yang melambangkan petani, nelayan dan semangat kegotongroyongan itu, menurut Salamul, tak sesuai dengan kultur Sidoarjo. ”Persepsi apa lagi, itu sudah tak tepat,” tegasnya. Di Hotel The Sun (Sun City) dulu pernah di atasnya dipasang patung Spinx, tetapi oleh bapaknya, H Abdy Manaf,diminta untuk diturunkan. Akhirnya Spinx diturunkan investor hotel.
”Lha ini malah dipasang tujuh patung dengan tinggi sekitar 6 meter hingga 7 meter di Alun-alun Sidoarjo. Sudah beberapa hari patung itu dipasang untuk dilakukan finishing,” katanya.
Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Bahrul Amig, mengaku sudah menerima telepon dari Ketua DPRD yang meminta untuk dilakukan evaluasi atas keberadaan patung itu. Fasilitas itu merupakan bagian dari CRS perusahaan Sekar Grup, yang membangun air mancur, taman kota yang dilengkapi patung. Sebenarnya patung ini merefleksikan kerja keras. ”Bukankah Sidoarjo sudah identik dengan patung udang dan bandeng,” ujarnya.
Keberadaan patung untuk melengkapi keindahan taman kota di alun-alun dan sebenarnya jauh dari kesyirikan yang dikesankan banyak pihak. Petugas DKP juga melakukan pemeliharaan dan pengawasan agar tempat ini dijauhkan dari orang yang mencari sesembahan di tempat itu. ”Jadi sebenarnya tergantung dari sudut pandang siapa yang melihatnya,” ucapnya.
Namun demikian, permintaan dewan, harus direspon positif karena ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat. Bantuan swasta dalam bentuk CSR kepada Pemkab Sidoarjo, ini akan menjadi embrio bagi perusahaan lain untuk meniru. Dalam peresmian nanti, pihaknya juga akan mengundang perusahaan ternama di Sidoarjo. Mereka akan ditunjukan bukti partisipasi swasta Sekar Grup ini.
Karena apabila patung ini ditolak, dikuatirkan akan berdampak kurang baik dan akan mengurangi minat swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. [hds]

Keterangan Foto: Penempatan patung di Alun-alun Sidoarjo yang ditolak para kiai karena dinilai banyak mudarat. [hadi suyitno/bhirawa]

Tags: