Patung Singa Jadi Icon Baru Kota Malang

7-FOTO OPEN mut-patung singo-15Kota Malang, Bhirawa
Taman Wisata Cerdas Trunojoyo, yang terletak di depan Stasiun Kota Malang, kini sudah semakin lengkap. Pasalnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) telah membangun Patung Singa. Patung itu diakui sebagai icon baru bagi Kota Malang.
Wali Kota Malang Muhammad Anton, di sela-sela peresmian Patung Singa kepada wartawan Minggu (28/12) kemarin mengutarakan, dengan diresmikannya maskot Patung Singa maka bertambah satu lagi icon Kota Malang.
Dia berharap, keberadaan patung singa ini, mampu menumbuhkan jumlah wistawan di Kota Malang. Karena ujar dia, Malang merupakan tujuan wisata baik domestik maupun manca negara. “Kunjungan wisata khususnya pada saat liburan di Kota Malang ini cukup tinggi, jika dulu Kota Malang hanya sebagai kota transit wisata saat ini sudah bergeser, menjadi tujuan wisata, makanya kita buat para wisatawan di Kota Malang ini menjadi terkesan,” tutur Walai Kota yang juga Ketua DPC PKB Kota Malang itu.
Dengan semakin banyaknya kunjung wisata di Kota Malang, menurut Walikota yang kerap disapa Abah Anton itu, maka  makin mendongkrak kesejahteraan masyarakat kota Malang. Bahkan pihaknya juga telah bertekat untuk memoles seluruh taman milik Pemkot Malang tanpa menggunakan uang Pemkot atau APBD, Melainkan peranan perusahaan melalui dana Corporate Sosial Responbility (CSR).
Itu telah dia buktikan dengan membangun Taman Cerdas Trunojoyo, dan Taman Malabar. Bahkan saat ini urai Abah Anton sedang direvitalisasi Alun-alun Mmerdeka oleh BRI. “Semuanya kita bangun mengunakan dana CSR, pemkot menerima dalam bentuk bangunan. Makanya kami berharap dukungan dari semua pihak agar pemberi CSR di Kota Malang ini semakin banyak, dan kesejahteraan masyarakat makin meningkat,” tukas Abah Anton.
Patung singa yang berdiri di sudut selatan Taman Cerdas Trunojoyo itu, berada di seberang pintu masuk Stasiun Kota Baru. Dibangun dengan panjang 7 meter dan tinggi 7 dikerjakan dalam waktu dua bulan, dengan biaya sebesar Rp 585 juta. “Kami tidak tahu detail anggaranya, karena kami menerimanya sudah bentuk barang,” imbuh Abah Anton.
Sementara itu, Kepala DKP Kota Malang, Wasto, menambahkan, pembangunan Patung Singa itu, merupakan masukan dari masyarakat selanjutnya disampaikan ke pimpinan. “Usulan masyarakat ini sangat bagus, terus kita sampaikan ke pimpinan. Beliau merespon, kemudian kita tindak lanjuti, dengan lomba membuat desain dan hasilnya seperti yang terlihat sekarang ini,” tuturnya.
Sedangkan peresmian Patung Singa itu, dilaksanakan bertepatan dengan hari ulang tahun pasukan hijau dan pasukan kuning. [mut]

Keterangan Foto : Wali Kota Malang, Muhammad Anton, saat menandatangani prasasti patung Singa.

Tags: