PDM Surabaya Ingatkan KPU dan Bawaslu Bersikap Netral

M Arif An SH, Nur Syamsi, Ustadz Dr M Ridlwan, Teguh Swasono dan AKBP Edi Hartono bergandengan tangan usai menandatangani naskah deklarasi.

Surabaya, Bhirawa
Jelang Pencoblosan Pemilu 2024, tanggal 14 Februari lusa, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar Deklarasi Munajat Cinta Peduli Damai dan Harmonis Tahun 2024 pada Sabtu (10/2) lalu. Ketua PDM Kota Surabaya mengingatkan KPU dan Bawaslu Kota Surabaya agar netral dan tidak mengarahkan ke salah satu Paslon.

Hadir dalam kegiatan yakni Ketua PDM Surabaya Ustadz Dr M Ridlwan, Wakil Ketua PDM Surabaya, M Arif An SH, Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi, Perwakilan Bawaslu Surabaya, Teguh Swasono, Polrestabes Surabaya diwakili Kasat Intelkam, AKBP Edi Hartono.

Ketua PDM Surabaya, Ustadz Ridlwan dengan tegas meminta agar KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) benar-benar menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.

Menurut Ustadz Ridlwan, Muhammadiyah Surabaya mempunyai tanggung jawab moral agar Pemilu berjalan damai dan harmoni. Untuk itu sangat diharapkan KPU dan Bawaslu bisa bekerja sesuai tugasnya.

“Kami sangat berharap Pemilu yang sudah dicanangkan KPU harus dijalankan sesuai tahapannya. Maka Insya Allah Pemilu 2024 berjalan sejuk, lancar dan damai. Melalui deklarasi ini, kami mengajak warga Surabaya berbondong-bondong ke TPS memilih pilihannya sesuai hati nuraninya,” pinta Ustadz Ridlwan usai Deklarasi Munajat Cinta Pemilu Damai dan Harmonis Tahun 2024.

Ustadz Ridlwan mencontohkan, seperti surat undangan untuk memilih. Diakuinya ada undangan yang melalui aplikasi. Tapi bagaimana dengan masyarakat yang usianya di atas 60 tahun? Maka surat undangan harus didistribusikan langsung agar sampai ke pemilih. ”Sebab ada yang belum tahu. Saya berharap sehari sebelum coblosan, surat undangan sudah diterima pemilih,” tegasnya.

“Dan yang paling penting, KPU kami harapkan jangan sampai mengarahkan untuk memilih Paslon atau Caleg tertentu. Harus netral. Muhammadiyah Kota Surabaya juga berharap Bawaslu benar-benar jadi wasit. Jangan sampai Bawaslu jadi wasit tapi ikut main. Jangan!,” tegasnya Ridlwan.

Sementara itu, Nur Syamsi menjelaskan, Sabtu (10/2) lalu merupakan hari terakhir distribusi seluruh kelengkapan pemungutan suara dari Gudang KPU ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). In Sya Allah dengan telah terdistribusinya seluruh kelengkapan pemungutan suara ini menandakan Pemilu di Kota Surabaya telah siap secara utuh tidak ada yang kurang.

Sementara itu, terkait Deklarasi Deklarasi Munajat Cinta Peduli Damai dan Harmonis Tahun 2024 yang digelar PDM Surabaya, Nur Syamsi secara pribadi maupun kelembagaan sangat mengapresiasi yang sebesar – besarnya, atas itikat, niat maupun dalam bentuk aktualisasi kegiatan deklarasi.

“Seluruh partisipasi masyarakat dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk support maupun bentuk deklarasi seperti ini bagian penting bagi kami untuk memberikan penguatan secara moral, bahwa setiap elemen masyarakat di Kota Surabaya telah memberikan support dan dukungan bagi penyelenggaraan Pemilu tahun 2024,” jelasnya. [fen.why]

Tags: