Pedagang di SWK Kibarkan Bendera Merah Putih

Paguyupan pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Surabaya. Yang berada di Dharmahusada dan Deles, mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk perjuangan di massa Pandemi Covid-19.

Bentuk Perjuangan di Massa Pandemi Covid-19
Surabaya, Bhirawa
Paguyupan pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Surabaya. Yang berada di Dharmahusada dan Deles, mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk perjuangan di massa Pandemi Covid-19.
Meski saat ini masih penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Namun pedagang masih tetap semangat dan terus berjuang.
Selain mengibarkan bendera merah putih, puluhan pedagang juga membentangkan spanduk yang bertuliskan “Ayo Rek Warga Suroboyo Pantang Menyerah Lawan Covid-19”. Selain itu di spanduk lain juga bertuliskan “Kibarkan Bendera Merah Putih Semangat Nasionalisme Mendukung PPKM level 4”.
Ketua paguyuban SWK Dharmahusada Surabaya, Syafii Salahudin mengatakan, bahwa dirinya bersama rekan-rekan pedagang yang lain mendukung PPKM level 4 yang diterapkan pemerintah. Selain itu, sebagai bentuk perjuangan disaat Pandemi Covid-19, juga memasang bendera Merah Putih.
“Ini bentuk semangat para pedagang disaat Covid-19, kami juga mendukung pemerintah saat diterapkan PPKM level 4, di jawa timur, khususnya kota surabaya,” jelas Syafii Salahudin, Sabtu (31/7) siang.
Lanjut Syafii, ia bersama pedagang yang lain berharap kepada pemerintah. Untuk jam operasional bagi sentra kuliner bisa dibuka lebih panjang lagi.
Sementara Susanti, salah satu pedagang di SWK Dharmahusada menyebutkan, selama PPKM pendapatan menurun drastis.”Sekarang ini kita jualan dengan modal 1 juta paling kembalinya sekitar 300 ribu rupiah,” harapnya.
Sementara itu, Eko Wibisono, ketua SWK Deles Surabaya, menyebut bahwa sebelumnya banyak ajakan untuk mengibarkan bendera putih. Namun ia tidak setuju dengan ajakan tersebut, lantaran ia mempunyai bendera satu yaitu merah putih yang harus dijunjung tinggi.
“Khusus di Sentra Kuliner Deles Surabaya ini, pantang untuk mengibarkan bendera putih, karena kita hanya punya satu bendera, yaitu merah putih,” katanya.
“Apapun bentuknya kita harus berani untuk mengibarkan sang saka merah putih. Jangan sampai kita ini mengibarkan bendera yang sifatnya itu menyerah,” pungkasnya. [dre]

Tags: