Pedagang Kios di Stadion Kanjuruhan Diizinkan Berjualan Dengan Prokes Ketat

Pintu masuk ke pedagang kios di area Stadion Kanjuruhan, Kec Kepanjen, Kab Malang. (cahyono/Bhirawa)

Kab Malang, Bhirawa
Kabupaten Malang masuk dalam Level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hal ini telah membawa kegembiraan bagi pedagang yang menempati kios di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, kabupaten setempat. Karena pengelola stadion yakni Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang sudah mengizinkan PKL untuk kembali berjualan.   

Memang benar, kata  Kepala Dispora Kabupaten Malang Nazarudin Zelian HT, Senin (13/9), kepada wartawan, pihaknya telah mengizinkan para pedagang kios di area Stadion Kanjuruhan untuk kembali berjualan, asalkan harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Karena harus sesuai dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), sehingga masih ada batasannya. “Meski wilayah aglomerasi Malang Raya, termasuk Kabupaten Malang sudah turun menjadi level 3,” ucapnya.

Menurut dia, meski selama Pandemi Covid-19, dan pemberlakuan PPKM, dirinya belum bisa memberikan dispensasi untuk pembayaran sewa kios di area Stadion Kanjuruhan. Sedangkan Pedagang Kaki Lima (PKL) diluar pintu gerbang stadion, itu bukan kewenangan dirinya. Sehingga jika mereka ingin kembali berjualan, silakan berkirim surat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Dan untuk menertibkan PKL itu kewenangannya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Paguyuban pedagang yang berada dalam kios di area Stadion Kanjuruhan, terlebih dahulu bersurat kepada Bupati Malang, yang nantinya akan kami diposisi. Dan saat ini juga sudah ada beberapa kelompok cabang olahraga (cabor) yang sudah memanfaatkan fasilitas Stadion Kanjuruhan,” ujar Nazar.

Dia juga menjelaskan, selama diterapkan PPKM Darurat, semua kegiatan yang ada di Stadion Kanjuruhan dan pedagang kios di area stadion ditutup. Hal itu agar mencegah penularan Covid-19. Namun, setelah ada penuruna level, dari Level 4 turun ke Level 3, maka ada kelonggaran. Sehingga fasilitas bisa kembali digunakan, terutama pada atlet yang mau berlatih. Meski ada pelonggaran untuk beraktivitas, tapi harus tetap mentaati prokes.

“Pelonggaran beraktivitas bukan berarti bebas tidak menjalankan prokes, sehingga siapa saja yang masuk area Stadion Kanjuruhan harus mentaati prokes. Seperti memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas (5M),” tandas Nazar, yang pernah menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kabupaten Malang.(cyn)

Tags: