Pedagang Pasar Tumpang Kabupaten Malang Diuntungkan Terminal Wisata

Pedagang kios di area Terminal Wisata Tumpang, Desa, Tumpang, Kec Tumpang, Kab Malang saat melayani para wisatawan yang akan menuju wisata Gunung Bromo. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Pedagang Pasar Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, yang menempati kios di area pasar setempat, kini sangat diuntungkan dengan difungsikannya Terminal Wisata Tumpang. Sedangkan terminal wisata tersebut pengelolaannya dibawah Dinas Perhubungngan (Dishub) Kabupaten Malang. Sehingga Terminal Pasar Tumpang itu, untuk mempermudah wisatawan untuk berwisata di wilayah Kabupaten Malang.

Mengingat, kata salah satu perwakilan Pedagang Pasar Tumpang H Nur Yatim, Minggu (13/12), kepada Bhirawa, bahwa wilayah Kecamatan Tumpang ini terdapat tempat wisata, seperti wisata sejarah candi yakni Candi Jago dan Candi Kidal, serta wisata alam air terjun Coban Jahe. Bahkan, wisatawan yang akan berwisata ke Gunung Bromo lebih dekat melalui Tumpang. Sedangkan untuk menuju Gunung Bromo sudah disediakan kendaraan roda empat jenis Jeep, yang ada di Terminal Wisata Tumpang.

“Dengan dibangunnya kios kuliner dan souvenir, pedagang sangat diuntungkan dengan difungsikan Terminal Wisata Tumpang. Karena para wisatawan yang akan berwisata ke Gunung Bromo transit terlebih dahulu di terminal tersebut, sebelum menuju tempat wisata alam Gunung Bromo,” terangnya.

Menurutnya, pembangunan kios Terminal Wisata Tumpang, beserta fasilitas pelengkapnya yang dibangun Dishub Kabupaten Malang, bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL), hal ini berdampak posirtif bagi para pedagang. Sehingga jika ada yang mempersoalkan kios yang ada area terminal, maka orang tersebut memang akan mengadu domba antara pedagang yang lainnya. Padahal, selama difungsikan terminal wisata, para pedagang mulai bisa merasakan manfaatnya.

“Karena semakin banyak wisatawan yang datang dan akan berwisata ke Gunung Bromo maupun berwisata ke candi atau wisata lainnya, pedagang mulai bergairah dalam menjual dagangannya, terutama pedagang Pasar Tumpang. Selain itu, area terminal wisata di luar area pasar, dan tidak mengganggu pedagang dalam pasar,” tegas Nur.    

Masih dia tegaskan, sebelum difungsikan Terminal Wisata Tumpang terlihat kumuh, karena para PKL yang tidak memiliki kios atau bedak, berjualan di area terminal dengan membangun tempat ala kadaernta. Tapi, dengan dibangunnya kios ini, maka terlihat tertata rapi dan bersih. Sedangkan kios yang kini sudah dibangun sebanyak 43 kios, 13 kios diantarantara pedagang bergantian dalam berjualan. Artinya, satu kios ditempati dua pedagang, yang waktunya diatur sendiri oleh pedagang.

“Terminal Wisata Tumpang membawa dampak positif yang tidak hanya pada di area terminal saja, namun juga pedagang yang ada di dalam Pasar Tumpang. Dan pedagang dalam Pasar Tumpang, tidak keberatan keberadaan kios yang ada di area terminal, “ paparnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Kios Kuliner dan Souvenir di Terminal Wisata Tumpang Lukman Faliq mengatakan, Dishub Kabupaten Malang membangun kios untuk PKL, hal ini merupakan langkah baik yang dilakukan Dishub. Sehingga yang sebelumnya para PKL tidak memiliki kios dam berjualan dengan tempat seadanya, tapi kini mereka sudah menempati kios yang layak dan bersih. Dan Dishub sendiri tidak melakukan penarikan restribusi pada pedagang yang menempati kios

Selain itu, lanjut dia, di area terminal wisata juga dilengkapi fasilitas musala dan kamar mandi, yang disediakan untuk pedagang dan para wisatawan yang akan menjalankan ibadah salat. “Karena musala dan kamar mandi yang ada di area Pasar Tumpang kotor dan tidak layak. Dengan adanya fasilitas yang ada di Terminal Wisata Tumpang, maka hal ini telah memberikan kenyamanan pada para wisatawan yang transit di terminal wisata, sebelum melanjutkan ke tujuan wisata,” tandas Lukman. [cyn]

Tags: