Pegadaian Jatim Bidik Pendapatan OSL Rp3,6 Triliun

Rita Helmi, S.Sos

Rita Helmi, S.Sos

Surabaya, Bhirawa
Kantor Wilayah (Kanwil) Pegadaian Jawa Timur terus memantapkan posisinya sebagai perusahaan gadai milik negara untuk lebih berkembang dan maju.  Saat ini pengembangan devisi yang Pegadaian Jatim terus ditata untuk menjadi lebih baik dalam melayani masyarakat. Di 2015 Pegadaian Jatim membidik pendapat OSL Rp3,6 Triliun.
Rita Helmi, S.Sos, MM Humas Pegadaian Jatim yang baru mengutarakan pembenahan tersebut yakni melakukan pemekaran yang mengikuti 7 karisidenan yang berada di Jawa Timur. Hal ini ditujukan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan dan pengembangan Pegadaian Jatim untuk lebih baik.
“Dahulu kanwil membawahi 485 outlet seluruh Jatim, sekarang kami melakukan perubahan dengan adanya pembagian 7 karisidenan yang berada di Jatim. Setiap karisidenan terdapat Deputi yang memiliki fungsinya masing-masing. Seperti deputi pemasaran bertanggung jawab terhadap pemasaran Pegadaian di daerahnya,” ujar Rita Senin (26/1) kemarin.
Upaya ini diharpakan pendapatan out standing loan (OSL) Pegadaian ada peningkatan dibandingkan tahun 2014 yang mencapi Rp.3,1 triliun. Karena dengan tata kerja yang baru ini maka, otonomi pengembangan daerah yang sebelumnya belum terjangkau dapat dicapai. “Jika tahun 2014 OSL Pegadaian Jatim mencapai Rp.3,1 triliun, maka di tahun 2015 paling tidak OSL kita bisa mencapai Rp.3,6 triliun,” ujar wanita yang gemar memasak ini.
Selain terdapat 7 karisidenan, di Surabaya pun dilakukan pembagian wilayah menjadi 4 wilayah. Yakni Surabaya I, II,III, dan IV. Pembagian wilayah berutujuan untuk mendekatkan Pegadaian ditengah-tengah masyarakat yang bergerak dalam bidang Usaha Mikro Kecil Menengah.
“Seperti daerah Surabaya Barat , masyarakat disana memiliki banyak usaha yang bersifat UMKM tentu memerlukan dana untuk mengembangkan usaha. Untuk itu kami siap membantu pengembangan tersebut,” [wil]

Tags: