Pejabat Kejari Tanjung Perak Bungkam

Sejumlah penyidik Aswas Kejati seusai memeriksa jaksa Tanjung Perak Surabaya. [bed/bhirawa]

Sejumlah penyidik Aswas Kejati seusai memeriksa jaksa Tanjung Perak Surabaya. [bed/bhirawa]

[Pemeriksaan Tim Pengawas Kejati Jatim]
Kejari Surabaya, Bhirawa
Tim pengawasan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, terkait pemeriksaan Agung Prasetya (tahanan kabur, red). Setelah melakukan pemeriksaan selama delapan jam, Jaksa dari Kejari Tanjung Perak ‘bungkam’ tak memberikan keterangan sedikitpun.
Tak hanya Jaksa dari Kejari Tanjung Perak yang engan bicara terkait pemeriksaan itu, tim pengawasan Kejati Jatimpun turut bungkam atas pemeriksaan yang dilakukannya. “Sabar ya mas, nanti pasti akan diberitahu,” ujar Agus salah satu tim pengawas dari Kejati Jatim saat keluar dari gedung Kejari Tanjung Perak Surabaya, Senin (28/4).
Terpisah, Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Jatim Arif mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan terkait kaburnya Agung, pihaknya akan mempelajari keterangan yang didapat dari tim pengawasan. Tak hanya itu, dirinya masih perlu memanggil saksi-saksi lainnya terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengawalan tahanan.
“Keterangan yang didapat ini, nantinya perlu kami pelajari guna mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian atau kesengajaan dalam pengawalan tahanan,” kata Arif.
Disingung terkait siapa yang diperiksa, Arif menjelaskan pihaknya memeriksa Kasi Pidum, Kasi Intelijen, tiga Jaksa, Staf Pidum, dan pengawal tahanan. Terkait apakah Kepala Kejari Tanjung Perak Surabaya turut diperiksa, Arif enggan menjawab pertanyaan yang ditanyakan padanya. “Yang pasti Kasi Pidum, Kasi Intelijen dan Jaksanya sudah kami periksa,” ungkapnya.
Lanjutnya, hasil dari pemeriksaan kemungkinan baru bisa diketahui dua hari lagi. Sebab, tim juga perlu tambahan keterangan dari saksi-saksi lainnya yang akan diperiksa, serta mempelajari hasil pemeriksaan tambahan tersebut.
Sementara, Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak Suseno menambahkan, dirinya merasa tidak mempunyai kewenangan untuk menerangkan pemeriksaan yang dilakukan tim pengawas dari Kejati Jatim. Sebab, dirinya hanya berwenang memberikan informasi terkait upaya pencarian yang dilakukannya terhadap tahanan narkoba yang kabur.
“Terkait kedatangan tim pengawas Kejati, saya tidak berwenang untuk menjelaskan kedatangan mereka disini. Dan saya harap rekan-rekan tahu bagaimana prosedur penyampaian informasi yang harus diberikan oleh kami,” bantahnya.
Sebelumnya, terkait inspeksi yang dilakukan Kejati Jatim, Seno mengaku siap apabila pihak Kejati Jatim akan memeriksanya. Menurutnya, pihaknya sudah berupaya keras untuk mencari dimana keberadaan Agung. Namun, sampai saat ini pihaknya belum tahu pasti keberadaan tahanan kabur tersebut. “Mau gimana lagi mas, kalau kedatangan pihak Kejati kesini untuk memeriksa. Saya sih siap saja, toh sudah dilakukan usaha untuk pencarian Agus,” katanya.
Jaksa nakal
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mulai hari ini akan menyelidiki dan mengusut keberadaan sepuluh jaksa nakal di Jatim. Pengusutan jaksa nakal ini setelah pihak Kejaksaan Tinggi Jatim menerima laporan dari masyarakat.
Asisten Pengawas (Aswas) Kejati Jatim, Arif di Kejati Jatim, pekan lalu, mengatakan pengusutan ini berdasar pengaduan dari masyarakat yang masuk ke Kejati Jatim. Dari sepuluh orang jaksa nakal itu, tiga di antaranya berada di Surabaya, termasuk dari Kejaksaan Negeri Surabaya dan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak.
“Iya dari pengaduan yang masuk sampai April ini terhitung ada sepuluh. Tiga dari Surabaya dan tujuh lainnya dari beberapa daerah lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari masyarakat yang masuk, ada beragam aduan, seperti dipaksa menjadi saksi, padahal dia sejatinya keberatan untuk dijadikan saksi.
Selain itu, ada juga pengaduan yang menilai bahwa jaksa yang dilaporan tidak profesional dalam penanganan sebuah perkara. Serta ada beberapa perkara lain yang mendasari masyarakat melapor ke Kejati Jatim. [bed]

Rate this article!
Tags: