Pejabat Pemkab Lumajang Ziarah Makam Arya Wiraraja

16-Adv Selasa 16 Desember - Foto 1Lumajang, Bhirawa
Para pejabat di lingkungan Pemkab Lumajang melakukan ziarah ke Makam Arya Wiraraja dan Sayyid Abdur Rahman Assyaibani, di Dusun Biting, Desa Kutorenon Lumajang.  Peziarah laki-laki mengenakan pakaian rapi, mengenakan kopiah hitam sementara peziarah perempuan mengenakan jilbab/ kerudung, Minggu (14/12/2014).
Diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Pengurus Makam, Sugiyo.  Sehari menjelang resepsi Hari Jadi Lumajang yang diadakan Senin (15/12/2014).
Wakil Bupati Lumajang Drs As’at Malik menjelaskan, ziarah kubur ke makam Arya Wiraraja dan Sayyid Abdurahman mengingatkan akan kematian. Karena seluruh makhluk hidup akan mengalami kematian.
“Di samping itu,  bisa mengenang jasa-jasa para pendiri kota ini serta mengambil pelajaran dari apa yang mereka perjuangkan,” jelasnya.  Usai seremonial, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan menabur bunga di atas makam Arya Wiraraja (Pendiri Lamajang Tigang Juru/ Raja Lamajang), Sayyid Abdurrahman (penyebar agama Islam di Lumajang) serta makam para senopati.
Malam harinya, sebanyak 400 penari dari berbagai sanggar tari di Kabupaten Lumajang mementaskan sendratari kolosal sejarah Lumajang Minggu (14/12). Pementasan sendratari ini digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang sebagai ajang ekspresi kesenian dan budaya serta edukasi masyarakat tentang sejarah Kabupaten Lumajang.
“Tarian kolosal ini menggambarkan sejarah Lumajang sebagai edukasi agar masyarakat tahu  daerahnya memiliki perjalanan sejarah yang panjang,”jelas Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Lumajang Indrijanto, SH. Tujuannya, agar masyarakat tahu persis sejarah daerahnya dan memiliki kebanggaan dengan Lumajang. Sebab, sejauh ini belum banyak yang tahu persis bagaimana sejarah Lumajang ini yang Tahun 2014 ini memperingati Ulang Tahunnya yang Ke-759.
Tema ‘Bumi Lamajang’ ini menggambarkan tentang Lumajang, dimana memiliki sejarah panjang mulai masa Kerajaan Sejarah Lumajang yang akan dipentaskan secara kolosal, akan digambarkan dengan Kediri, Singosari, Majapahit, Lamajang Tigang Juru hingga Mataram Islam. Era-era perjalanan sejarah Lumajang ini akan digambarkan dalam beberapa scene. Contohnya, scene pertama akan dijelaskan kenapa Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang sangat disucikan umat Hindu berada di wilayah Kabupaten Lumajang, tepatnya di Kecamatan Senduro. Dalam scene ini akan diberikan penjelasan secara gamblang melalui lakon sendratari yang dipentaskan.
Esoknya, Senin (15/12) digelar resepsi Harjalu (Hari Jadi Lumajang) ke – 759 tahun 2014 di Pendopo Kabupaten Lumajang.  Dihadiri jajaran Muspida, para pejabat Pemkab Lumajang dan para undangan  lainnya. Dikemas secara sederhana tidak seperti tahun sebelumnya  yang digelar di alun-alun Lumajang. Kabag Humas Pemkab Lumajang Drs Eddy Khozainy mengungkapkan suasana sederhana ini tidak  menghilangkan makna dari Harjalu.
“Tetap bernuansa Berseri yaitu Bersana Seiring dan Seirama,” tambahnya. Acaranya sendiri juga digelar beragam meski dalam resepsi sederhana.
“Sama dengan tahun kemarin,” paparnya. Semuanya  tersaji untuk masyarakat Lumajang dan sekitarnya. [yat]

Keterangan Foto : Ziarah Makam para pejabat ke para raja-raja di  kec Sukodono  (14/12/2014) satu hari menjelang pelaksanaan resepsi Harjalu.

Tags: