Pekerja Migran Asal Kabupaten Malang di Taiwan Butuh Bantuan Masker

PMI asal Kab Malang yang kini bekerja di Taiwan butuh bantuan masker

Kab Malang, Bhirawa
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang kini telah membutuhkan masker. Sebab, di negara sebagai tempat mereka bekerja saat ini kehabisan stok masker. Sedangkan masker yang dibutuhkan para PMI tersebut, karena virus corona sudah meluas di Taiwan.
Hal ini disampaikan, salah satu PMI asal Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang Agus Arifin melalui saudaranya Muhamad Sholeh, asal desa yang sama, Senin (24/2), kepada wartawan, jika Agus dan rekannya sesama PMI yang ada di Taiwan saat ini membutuhkan masker. Karena penjualan masker di toko maupun di apotek, di Taiwan telah dibatasi. Bahkan masker yang dijual sering kehabisan, sehingga mereka kebingungan untuk memperoleh masker.
Selain masker sering tidak tersedia di toko maupun di apotek, lanjut dia, masyarakat disana saat keluar rumah tidak menggunakan masker akan dikenakan denda oleh pemerintah Taiwan dengan nilai yang cukup tinggi, yakni mencapai New Taiwan Dolar (NTD) 15.000, dan jika dirupiahkan sebesar Rp 6.795.000. “Untuk itu, Agus meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuan masker kepada PMI asal Indonesia yang saat ini bekerja di Taiwan,” kata Sholeh.
Sebenarnya, masih dia katakan, sudah ada bantuan masker dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI), di Taiwan, namun pembagiannya kacau dan hanya sedikit. Sementara warga diluar Kabupaten Malang seperti warga Kabupaten/Kota Blitar, Tulungagung, Jember dan lainnya sudah mendapatkan kiriman masker dari Pemerintah Daerah (Pemkda)-nya masing-masing. Tapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang belum mengirimkan bantuan masker kepada PMI asal Kabupaten Malang.
Berdasarkan data dari Kedubes RI, yang disampaikan Agus kepada dirinya, lanjut Sholeh, bahwa warga Kabupaten Malang yang bekerja di Taiwan totalnya mencapai 1.000 orang. Sehingga setelah adanya virus corona yang sudah meluas di Taiwan, maka masker menjadi kebutuhan utama. Sebab, jika tidak ada masker, dirinya dan teman-temannya tidak bisa keluar rumah dan tidak bekerja. “Agus saat ini bekerja di pabrik baut, dan tinggal di Kawasan Kaohsiung City, Taiwan,” terangnya.
Secara terpisah, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih Malang Yoyok Cahyono telah berharap kepada Pemkab Malang, agar segera  mengambil sikap untuk membantu ribuan pekerja migran asal Kabupaten Malang yang ada di Taiwan, yang saat ini membutuhkan masker. Karena keberadaan masker di Taiwan tersebut kini telah alami kelangkaan.
“Dan apalagi, pemerintah Taiwan telah memberlakukan denda bagi siapa saja keluar rumah tidak menggunakan masker akan dikenakan denda uang, yang jumlahnya sangat tinggi,” paparnya. [cyn]
 

Tags: