Pekerja Seni Sidoarjo Menjadi Korban Covid-19

Winarto

Ada yang Menjual Barang Berharga dan yang Pinjam Sana-sini
Sidoarjo, Bhirawa
Pandemi Covid 19 benar – benar telah meluluh lantakkan sendi – sendi kehidupan, terutama perekonomian masyarakat luas. Apalagi sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah. Termasuk di Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Humas Dewan Kesenian Daerah atau Dekesda Kabupaten Sidoarjo, Winarto, akibat pemberlakuan PSBB tahap II di Kab Sidoarjo, mulai 12 Mei lalu, sebagian besar aktifitas masyarakat terhenti karena adanya aturan PSBB yakni membatasi aktivitas masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.
“Keprihatinan memang dirasakan masyarakat luas. Termasuk juga sangat dirasakan para seniman, budayawan dan pekerja seni di Sidoarjo,” komentar Winarto, Senin (18/5) kemarin.
Akibat pemberlakuan PSBB tahap II di Kab Sidoarjo, tidak bisa dipungkiri roda perekonomian warga di wilayah ini ikut terganggu. Mereka yang sangat merasakan dampak pemberlakuan PSBB.
Winarto menjelaskan, masyarakat yang penghasilannya dari sektor pekerjaan harian atau mata pencaharian tidak tetap. Seniman atupun budayawan merupakan kelompok yang masuk dalam bermata pencaharian tidak tetap ini. Tentu saja pasti dalam pemberlakuan PSBB tahap II yang berlaku hingga 25 Mei mendatang, penghasilan mereka bakal terganggu.
Winarto juga mengungkapkan, hingga untuk bertahan hidup sebagian besar seniman, budayawan dan pekerja seni terpaksa harus menjual barang barang berharga yang dimiliki.
“Itu kalau mereka empunyai, jika tidak ada alternative lainnya mereka terpaksa harus mencari pinjaman di sana – sini,” ujar pria yang tinggal di Perumahan Bluru Sidoarjo itu.
Winarto menegaskan, menyikapi kondisi prihatin itu, pihak Dekesda Sidoarjo membentuk Tim Dekesda Peduli. Yang tugas utamanya mendata seniman/budayawan dan pekerja seni yang terdampak Covid 19 itu. Untuk kegiatan Tim Dekesda Sidoarjo peduli itu diketuai Sentot Usdek SH dan Sekretaris Iffa Suraiya.
Dari data ini, lanjut Winarto, akan diusulkan kepada Tim Gugus Tugas Covid 19 Kab Sidoarjo, supaya mereka bisa memperoleh santunan. Harapannya bisa meringankan beban ekonomi para pelaku seni/budayawan dan pekerja seni di Kab Sidoarjo yang menjadi korban dampak Covid 19.
Mulai Hari Senin (18/5) kemarin, kata Winarto, data awal pekerja seni yang diusulkan supaya mendapat santunan telah disusun dan dikirim lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Sidoarjo. Jumlahnya sekitar 213 orang. Mereka diantaranya ada yang berkecimpung sebagai seniman tradisi, musik, perupa, sastra, sinema/fotografi, tari dan teater. Pendataan bagi seniman dan pekerja seni yang jadi korban dampak Covid -19 itu akan berjalan terus.
Sementa itu, Ketua Dekesda Sidoarjo, Ali Aspandi, menambahkan kegiatan itu merupakan wujud nyata kepedulian Dekesda dalam keprihatinan akibat dampak pandemi Covid 19.
Meski dalam kondisi Pandemi Covid 19, ada tujuh Komite di Dekesda Sidoarjo tetap mencari trobosan agar insan seni masih tetap beraktivitas dan berkreasi.
Ali menyebut misalnya, Komite seperti Komite Seni Theater,Seni Tradisi,Seni Tari,Seni sinema dan fotografi telah melakukan kegiatan berupa lomba yang diikuti siswa SD, SMP, SMA dan masyarakat umum. Kegiatannya telah dilakukan lewat Medsos. Tak ketinggalan Komite Sastra juga Komite Seni Rupa yang kegiatannya telah diekspose di media online dan media cetak. Menyusul Komite Musik akan menyelenggarakan lomba nyanyi yang diikuti siswa SMP dan SMA.
“Kegiatan ini sudah ditayangkan di akun Instagram masing-masing Komite dan akun Instagram Dekesda Sidoarjo,” kata Ali. [kus]

Tags: