Pelajar – Balita di Jember Terjangkit HIV/AIDS

statik.tempo.coKab Jember, Bhirawa
Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jember semakin memprihatinkan. Berdasarkan data VCT RSU dr. Subandi Jember, ditahun 2014 ini telah menangani kasus HIV yang diderita oleh 3 balita dan 10 siswa SMA yang diduga kuat juga terjangkit HIV.
Kepala Humas RSD dr. Soebandi-Jember, dr. Justina Evy Tyaswati, Sp.Kj, mengatakan, penularan HIV/AIDS kepada Balita ini terjadi, karena tertular oleh ibu yang positif terjangkit virus HIV/AIDS, saat sang bayi masih di dalam kandungan. Selain itu, perempuan yang positif virus ini, juga dapat menularkan kepada bayinya pada saat masa menyusui. Kondisi semacam ini, tentunya sangat memprihatinkan. Pasalnya, bayi yang masih belum memiliki dosa itu, harus tumbuh dengan bayang-bayang ketakutan akan virus berbahaya ini.
“Di awal tahun ini saja,  pihaknya telah menangani 3 kasus balita yang terjangkit virus HIV/AIDS, sehingga jumlah keseluruhan kasus balita yang terjangkit virus ini, mencapai 49 kasus. Berdasarkan data yang ada, penderita HIV/AIDS didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga yang tertular virus dari suaminya. Sehingga, tidak mengherankan jika kasus HIV/AIDS juga menjangkit bayi yang baru lahir,” tandasnya.
Selain balita, penyakit HIV/AIDS yang hingga saat ini belum ada obatnya ini juga mulai merambah kalangan remaja. Menurut Evy,hingga Bulan April lalu, VCT RSD dr. Soebandi-Jember telah menangani sekitar sepuluh penderita HIV/AIDS baru. “Kesepuluh pasien ini, masih berusia antara 16 sampai 17 tahun, dan masih duduk di bangku SMA. Penyebab terjangkitnya mereka, dimungkinkan akibat dari perilaku menyimpang, seperti melakukan hubungan seksual di luar nikah, serta bergonta-ganti pasangan,” katanya.
Melihat kondisi yang cukup mengkhawatirkan ini, dr. Evi mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama kawula muda, untuk tidak mempraktekkan perilaku menyimpang, seperti gonta-ganti pasangan, yang bisa berakibat pada terjangkitnya virus mematikan ini. Apalagi, perilaku seks di luar nikah sangat dilarang oleh agama.” Selian itu, peran orang tua juga sangat diharapkan. Sehingga perilaku anak akan selalu dalam pengawasan orang tua,” harapnya singkat. [efi]

Tags: