Pelajar di Trenggalek Lanjutkan Pembelajaran Secara Daring

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugianto

Trenggalek, Bhirawa
Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk lembaga pendidikan di Kabupaten Trenggalek terpaksa ditunda lagi, pasalnya seiring dengan kembali meningkatnya kasus penyebaran Covid 19. Di Kabupaten Trenggalek kembali masuk zona merah yang artinya menjadi daerah risiko tinggi penyebaran Virus Corona.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugianto, Mengaku ada dilema yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Trenggalek dengan meningkatnya kasus penyebaran Covid 19
“Ini yang menjadi dilema di hadapan kita semua, karena wabah pandemi Covid 19 yang belum berakhir, justru di Kabupaten Trenggalek masuk zona merah lagi,” ungkap Kang Obeng Sapaan akrab Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek saat dikonfirmasi di sekertariat gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa (19/1).
Kang Obeng mengaku prihatin melihat kondisi anak sekolah, karena dengan terus bergulir nya klaster yang ada di lokal Kabupaten Trenggalek KBM harus dilakukan secara daring secara keseluruhan.
“Sebelumnya memang ada rencana mau memberlakukan PTM secara bergantian di masing – masing lembaga pendidikan baik di SD maupun SMP dengan menggunakan pola 50% Daring dan 50% nya PTM tetapi tiba – tiba masuk zona merah lagi, dan hal ini yang harus menjadi pemikiran ulang. Apakah PTM yang sudah disiapkan dilanjutkan atau dihentikan,” ujarnya.
Namun karena Kabupaten Trenggalek dinyatakan zona merah lagi, Jadi konsep yang sebelumnya sudah direncanakan jadi kabur kembali, dan rencana PTM dibatalkan,” imbuhnya.
Politisi Partai Demokrat ini berharap kepada seluruh elemen masyarakat tetunya agar warga masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan, sesuai dengan arahan Pemerintah Daerah. Dan harapannya sesegera mungkin pandemi di Trenggalek segera usai, paling tidak kembali ke zona kuning.
“Coba kita semua ini disiplin dengan mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah, In sya Allah penularan klaster lokal tidak akan terjadi. Dengan melakukan 3 M yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak,” Harapnya.
Disinggung saran kepada Pemerintah Daerah agar bisa membantu kebutuhan siswa terkait pembelajaran Daring karena membutuhkan internet, Kang Obeng menjelaskan, pemerintah daerah harus melakukan komunikasi kembali dengan pihak swasta termasuk PT Telkom sebagai penyedia jaringan internet agar bisa mengembangkan jaringannya sampai di semua wilayah Trenggalek.
“Yang terlihat hanya tinggal beberapa kecamatan dan desa yang belum terjangkau internet, dan itu nampaknya perlu dikomunikasikan kembali, agar ditingkatkan kembali oleh pihak Telkom,” tutupnya. [wek]

Tags: