Pelaku Industri Kecil Menegah Malang Raya Jangan Menyerah Perjuangkan Label Halal

Suasana gelar Silaturahmi Forum IKM Malang Raya yang digelar di salah satu Pusat Oleh Oleh Kota Batu, Selasa (25/1)

Kota Batu, Bhirawa
Industri Kecil Menegah (IKM) yang ada di Malang Raya jangan pernah menyerah untuk mendapatkan sertifikasi halal untuk produknya. Hal ini menyusul ada 12 IKM di Malang Raya termasuk Kota Batu yang gagal mendapatkan sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH).

Ketua Forum Indrustri Kecil Menengah (FIKM) Kota Batu, Edi Rahmadhani Kusumo mengatakan di tahun 2021 tercatat ada 37 IKM yang mengajukan sertifikas halal.

“Dari 37 usaha IKM di Malang Raya yang mengajukan sertifikat halal untuk usahanya, ada 25 yang lolos. Sertifikat halal itu sudah diajukan pada tahun 2021 lalu,”ujar Edi, ditemui di sela gelar silaturahmi anggota FIKM se-Malang Raya di salah satu Pusat Oleh-Oleh Kota Batu, Selasa (25/1).

Silaturahmi Forum IKM kemarin sekaligus menjadi momen penyerahan Sertifkat Halal kepada IKM yang lolos seleksi. Giat ini juga menjadi kesempatan untuk memberikan semangat kepada pelaku usaha IKM yang belum mendapatkan sertifikat halal.

Diketahui, dengan diberikannya 25 sertifikat halal berarti masih ada 12 IKM yang tak lolos atau gagal menempelkan label halal pada produk IKM-nya. Dan FIKM terus mendorong para pelaku IKM tersebut untuk terus berjuang untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.

“Dalam silaturahmi ini kita terus mendorong untuk IKM lain (yang belum mendapat sertifkasi), untuk tak berhenti memperjuangkan sertifikasi halal. Untuk itu forum ini menjadi media berbagi cerita dengan sesama pelaku indusri kecil menengah dalam meraih kesuksesan,”jelas Edi.

Ditambahkan Ketua Forum IKM Jawa Timur, M Oskar bahwa usaha mendapatkan sertifikat halal bukan perkara yang mudah. Dibutuhkan semangat juang yang tinggi dan pantang menyerah, serta memiliki sebuah mental yang ‘tahan banting’.

“Saya berharap kepada para pelaku IKM lain yang belum memperoleh sertifikat halal untuk tetap semangat dan bersabar,”ujar Oskar.

Dari sebanyak 37 IKM se-Malang Raya hanya 25 yang bisa lolos sertifikas halal. Ini sudah patut disyukuri karena yang tercapai sudah lebih dari 50 persen. Dan untuk sisa IKM yang belum keluar sertifikat halalnya akan diteruskan pada bulan Maret tahun ini.

“Yang belum mendapatkan sertifikas jangan berkecil hati. Bukan karena apa-apa, namun karena di tahun 2021 ada keterbatasan anggaran pemerintah akibat dampak pandemi,” tandas Oskar.(nas.hel)

Tags: