Pelaku Seni Hiburan Minta Beraktifitas, Bupati Bakal Keluarkan Juknis Perbup


Aksi para pelaku seni hiburan di Jombang, Senin (20/7) kemarin.

Jombang, Bhirawa
Para pelaku seni hiburan di Kabupaten Jombang menggelar aksi di beberapa titik di Kota Jombang, Senin (20/7) kemarin. Mereka meminta agar diberikan ruang untuk bisa kembali bekerja dan beraktifitas sehingga bisa mendapatkan penghasilan setelah sekian bulan tidak bisa berkerja, akibat adanya pandemi Covid-19.
Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab pun merespon, dengan akan mengeluarkan Petunjuk Tekhnis (Juknis) dari Peraturan Bupati (Perbup) Jombang Nomor 34 Tahun 2020, tentang Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Jombang.
Salah seorang peserta aksi yang mengaku berprofesi sebagai penyanyi di acara – acara hajatan bernama Suci Astika mengungkapkan, dirinya dan temannya meminta kepada pemerintah agar hak-hak mereka diberikan sehingga bisa beraktifitas seperti semula. ”Saya penyanyi mas, ngamen ndok terop – terop,” ungkap Suci Astika.
Suci mengungkapkan, selama pandemi Covid 19 ini, setidaknya sekitar empat bulan lebih tidak ada job dan penghasilan yang masuk. Sejumlah aset miliknya pun terpaksa ia jual untuk kebutuhan hidup selama tidak ada job yang masuk. Dalam waktu sehari sebelum pandemi Covid-19, Suci Astika mengaku mendapatkan penghasilan sebesar Rp200 ribu. ”Dan satu bulannya sampeyan kalikan sendiri berapa hasilnya,” ucap dia.
Jika nantinya pemerintah benar – benar memberikan ruang untuk bekerja dan beraktifitas kepada dirinya, Suci Astika dan teman-temannya berkomitmen mematuhi aturan (protokol kesehatan pandemi Covid 19) yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, menanggapi permintaan sejumlah pelaku seni hiburan ini, Bupati Mundjidah Wahab menegaskan, pihaknya akan membuatkan Juknis dari Perbup Jombang Nomor 34 tahun 2020.
“Karena di Perbup 34, itu masih secara global. Hajatan 50 orang, protokol kesehatan, gitu saja. Nanti itu semua akan kita buatkan Juknisnya, dan kalau sudah jadi Juknis itu akan kita undang kembali, kita ajak untuk musyawarah, setelah itu kita sepakati bersama, kita sosialisasikan,” kata Bupati Jombang.
Bupati juga menambahkan, pihaknya akan mengupayakan Juknis Perbup Jombang Nomor 34 tahun 2020 ini keluar sebelum 1 Agustus 2020 seperti yang diminta oleh para peserta aksi.
Disinggung lebih lanjut, apakah Juknis Perbup Jombang Nomor 34 tahun 2020 itu nantinya tidak bertentangan dengan Surat Edaran (SE) perpanjangan masa darurat Covid 19 di Kabupaten Jombang, Bupati menjawab, pihaknya bakal melakukan sinkronisasi terkait hal itu.
“Karena ini kan juga melihat perkembangan kondisi Covid 19 yang ada di Kabupaten Jombang. Kalau hari ini Kabupaten Jombang sudah zona orange, dari Merah jadi Orange. Nah nanti sambil kita melihat perkembangan dalam satu minggu ini, mudah – mudahan bisa menjadi kuning,” papar Bupati Jombang. [rif]

Tags: