Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif di Sidoarjo Masih Belum Merata

Salah satu bentuk  e-kraf terkenal di Kab Sidoarjo. Produk kerajinan tas kulit asal Kec Tanggulangin. alikus/bhirawa].

Sidoarjo, Bhirawa
Kabupaten Sidoarjo mendapat sebutan sebagai kota UMKM (usaha mikro kecil dan menengah ) di Indonesia. Karena berbagai jenis pelaku usaha itu, ada di Kota delta tersebut. Total seluruhnya ada mencapai kurang lebih 200 ribuan.
Khusus untuk usaha mikro kecil, saat ini sedang dikembangkan konsep usaha ekonomi kreatif atau e-kraf. Yakni pengembangan usaha produk yang mengikuti trend perkembangan pasar saat ini. Misalnya mulai dari pembuatan produknya sampai pemasarannya. Semuanya mengikuti selera pasar dan tren saat ini. 
“Kalau tidak begitu, produk pelaku usaha ini akan ditinggalkan oleh pasar,” kata Kasi Bina Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mohamad Mahfud Ssos, Jum at (24/1) akhir pekan lalu.
Dikatakan oleh Mahfud, kalau keberadaan pelaku e-kraf tersebut di Kab Sidoarjo, sudah terdapat pada semua di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Jenis usaha yang digeluti banyak di bidang pembuatan makanan minuman (Mamin) serta jenis kerajinan.
Hanya saja, menurut Mahfud, sebarannya masih kurang merata. Karena dinilai,  lebih banyak didominasi  atau berada di wilayah kecamatan di Kab Sidoarjo, yang  termasuk dalam kategori  tingkat kemiskinannya kecil.
“Ini jelas menjadi tantangan Pemkab Sidoarjo, agar pelaku usaha e-kraf ini bisa merata di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Dan tentu saja hasil akhirnya pada pemeratan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Sebagai pendamping pelaku usaha e-kraf di Kab Sidoarjo,  pihaknya telah membuat kesimpulan, kalau pengembangan usaha dengan konsep e-kraf ini, punya nilai tambah yang lebih baik dari usaha sebelumnya.
“Yang jelas membawa dampak positif bagi pelaku usaha yang bersangkutan,” katanya kembali.
Mahfud menyebut, perajin tas kulit yang ada di Kec Tanggulangin, itu termasuk dalam salah satu pelaku usaha di Kab Sidoarjo yang telah memakai konsep e-kraf. Dalam bidang pemasaran produk,  perajin di tempat ini sudah punya pasar mulai kelas bawah sampai kelas internasional.
Produk kerajinan tas kulit di Tanggulangin tersebut, menurut Mahfud, termasuk salah satu icon usaha yang menjadi unggulan di Kabupaten Sidoarjo.
Sementara itu, sempat disampaikan oleh Dedy, Ketua Koordinator Sidoarjo e-kraf forum, pihak Bappeda Kab Sidoarjo, sedang merencanakan lokasi usaha e-kraf yang ada di Kab Sidoarjo itu, suatu saat akan dijadikan alternatif jenis destinasi wisata di Kab Sidoarjo. (kus)

Tags: