Pelatihan Kerja Sangat Dibutuhkan di Masa Pandemi

Warga Desa Punggul Kec Gedanga, mendapat pelatihan menjahit. [alikus /Bhirawa].

Sidoarjo, Bhirawa
Pelatihan kerja bagi masyarakat di Kabupaten Sidoarjo semakin tambah bermanfaat dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Karena pada sektor ekonomi, gara-gara Covid-19 ini banyak masyarakat yang terkena dampak PHK dan dirumahkan oleh perusahaannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab Sidoarjo, Feny Apridawati, mengatakan bersyukur program pelatihan kerja yang ada di Disnaker Sidoarjo, tidak sampai terkena recofusing

anggaran akibat Covid-19.

“Pada triwulan ke-4 tahun anggaran 2020 ini, ada 4 paket pelatihan kerja yang akan kita berikan kepada masyarakat Sidoarjo. Semoga dalam situasi pandemi Covid-19 ini, akan semakin bertambah bermanfaat,” kata Feny, Senin (12/10) kemarin, saat membuka pelatihan kerja, yang ditempatkan di Kantor Balai Desa Punggul Kec Gedangan.

Keempat paket pelatihan kerja tersebut, diantaranya tentang menjahit, perawatan kulit/spa, pijak refleksi bagi tuna netra dan pelatihan meracik kopi/barista.

Pelatihan menjahit, akan dilakukan di Kec Gedangan dan Kec Sukosono. Pelatihan meracik kopi/barista di Kec Tulangan dan pelatihan pijak refleksi bagi tuna netra di Kec. Tanggulangin.

Supaya semua peserta tetap terjaga dari penularan Covid-19, kata Feny, kegiatan pelatihan tetap akan dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Misalnya, peserta memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan menjaga jarak.

“Maka kegiatan ini harus ditempatkan di ruang yang luas dan terbuka,” katanya.

Feny sempat mengatakan , kegiatan pelatihan kerja ini tidak bisa dilakukan secara online. Sebab kegiatan ini perlu keahlian khusus.

“Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan bermanfaat. Sebab saat ini banyak orang sulit mencari kerja, karena banyak diPHK dan dirumahkan akibat ada Covid-19, Semoga semuanya segera normal kembali seperti semula,” harapnya.

Instruktur pelatihan menjahit, Sri Astuti, mengatakan ada 16 orang peserta yang ikut pelatihan menjahit yang ada di Desa Punggul Kec Gedangan. Mereka ada dari ibu rumah tangga biasa dan ada korban PHK dan dirumahkan akibat Covid-19.

“Mereka akan kita beri pelatihan dasar menjahit. Sebab mereka termasuk pemula,” kata Tutik, yang telah menjadi instruktur menjahit sejak tahun 2009 lalu.

Menurut dirinya, pelatihan menjahit, apalagi peserta termasuk pemula, akan sulit apabila dilakukan secara onlie.

“Mereka akan dilatih selama 20 hari,” katanya.

Astutik berharap ketrampilan menjahit nantinya bisa sebagai bekal untuk berwirausaha dan mandiri. Sehingga bisa membantu pendaatan keluarga mereka. (kus)

Tags: