Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pengurus dan Anggota Koperasi Pondok Pesantren

Kepala Diskop dan UKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah memaparkan materi pelatihan peningkatan kapasitas SDM pengurus Kopontren Jatim.

Dorong Kemajuan Kopontren Profesional demi Membangun Perekonomian Jatim

Pemprov Jatim, Bhirawa
Sebagai tulang punggung perekonomian di Jawa Timur, peran Koperasi dan UMKM perlu digenjot perkembangannya. Modal utama dalam pengembangan Koperasi dan UMKM ini harus didukung dengan kapasitas sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional.

Dengan sumber daya manusia yang cakap, maka akan diperoleh koperasi yang berkualitas. Baik skala regional, nasional dan internasional. Upaya tersebut dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jatim, melalui UPT Pelatihan Diskop dan UKM Jatim yang menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Bagi Pegurus/Pengelola/Anggota Koperasi Pondok Pesantren.

Bertempat di Hotel Ascent Premier Pasuruan, pelatihan yang digelar mulai, Senin (4/3) hingga Rabu (6/3), ini dibuka langsung Kepala Diskop dan UKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah. Turut hadir dalam pelatihan ini, diantaranya Kepala UPTP Diskop dan UKM Provinsi Jatim, Erwin Indra Widjaja dan Sekretaris One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jatim, Muhammad Ghofirin.

Berdasarkan online data system (ODS) Koperasi per 31 Desember 2023, jumlah Koperasi di Jatim sebanyak 37.922. sedangkan Koperasi aktif sebanyak 22.039, dengan total jumlah anggota mencapai 4,52 juta orang dan volume usaha yang dihasilkan sebesar Rp32,57 triliun dengan total SHU mencapai Rp1,2 triliun.

Dari 22.039 Koperasi aktif di Jatim, terdapat 626 Koperasi Pondok Pesantren aktif dengan jumlah anggota 85.472 ribu. Dan volume usaha mencapai Rp870,78 miliar. Sehingga menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan bagi perkembangan Kopontren di Jatim. Utamanya dalam menjawab tantangan Indonesia sebagai pusat industri halal di Asia Tenggara, bahkan di dunia.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, pengurus maupun anggota Kopontren bisa terbuka wawasannya dan profesional. Sehingga bisa melakukan dan melaksanakan RAT secara tepat waktu, bisa menyusun laporan pertanggungjawaban Koperasi kepada anggotanya,” ungkap Andromeda Qomariah.

Pihaknya menaruh harapan kepada Kopontren yang diberikan stimulasi oleh Pemprov Jatim melalui program OPOP, dapat tumbuh dan berkembang menjadi Kopontren yang maju dan profesional. Sehingga dapat berkontribusi membangun perekonomian di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, memang Kopontren ini kontribusinya tidak sebesar yang lain. Tetapi setidaknya kita sudah memulai, dan jumlah santrinya yang mulai mengenal entrepreneur itu sudah 300 ribu lebih hampir 400 ribu,” ucapnya.

Pelatihan peningkatan kapasitas SDM pengurus Kopontren ini disambut baik oleh Sekretaris OPOP Provinsi Jatim, Muhammad Ghofirin. Pria yang akrab disapa Gus Ghofirin ini mengapresiasi upaya UPT Pelatihan Diskop dan UKM Jatim yang memperhatikan peningkatan kompetensi SDM pengurus Kopontren.

Pihaknya pun sering menggaungkan lima aspek terpenting dalam Kopontren. Yaitu aspek kelembagaan dan usaha, aspek SDM, aspek produk, aspek pemasaran dan aspek pembiayaan. Maka SDM itu menjadi nomor 2 terpenting. “Sama seperti syahadat, kemudian dilanjutkan dengan salat. Maka SDM ini merupakan tiangnya Koperasi. Kalau SDM nya tidak kompeten, maka akan jatuh koperasinya,” ungkapnya.

Pihaknya berharap Koperasi-koperasi di Jatim dikelola dan diurusi oleh orang-orang yang paham terkait tata kelola Koperasi. Utamanya good cooperative governace atau tata kelola koperasi yang baik.

“Berbekal dengan tata kelola Koperasi yang baik, Insya Allah usahanya akan baik. Kalau usahanya baik, maka Koperasi pesantren akan berdaya. Kalau Koperasi pesantrennya berdaya, maka pesantrennya mesti sejahtera. Kalau pesantrennya sudah sejahtera, maka kembali ke masyarakat. Maka tagline OPOP adalah ‘Pesantren Berdaya, Masayrakat Sejahtera’,” harapnya.

Sementara itu, Kepala UPTP Diskop dan UKM Provinsi Jatim, Erwin Indra Widjaja mengaku, peningkatan kapasitas SDM Koperasi di Jawa Timur merupakan bagian sangat penting. Utamanya dalam memajukan dan mengembangkan, serta memodernisasi Koperasi di Jawa Timur.

Sebagaimana yang diamanatkan di Peraturan Perundang Undangan dan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI dan juga sesuai amanah dan petunjuk dari Gubernur Jawa Timur. Bagian pelatihan ini harus selalu dilakukan kepada semua Koperasi yang ada di Jawa Timur, sekaligus upaya untuk mensertifikasi para pengelola dan pengurus Koperasi.

“Peran serta stakeholder eksternal sangatlah penting untuk mendukung program pelatihan kapasitas SDM Koperasi. Bahkan dunia perbankan juga mempunyai peran dalam mendukung hal ini,” pungkasnya. [Abednego]

Tags: