Pelayanan Kesehatan Jiwa Warga Kabupaten Sidoarjo di Tahun 2021 Meningkat

Kegiatan senam Posyandu jiwa di Puskesmas Candi. [alikus/bhirawa].

3.395 Warga Terlayani Kesehatan Jiwa

Sidoarjo, Bhirawa
Tahun 2021 pelayanan kesehatan jiwa bagi warga masyarakat di Kab Sidoarjo mengalami peningkatan. Sebelumnya, dalam estimasi sebanyak 3.250 jiwa, namun meningkat menjadi 3.395 jiwa.

Menurut Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo, Didik Sujarwo Skm, warga masyarakat Sidoarjo yang merasa mempunyai masalah dengan kesehatan jiwa bisa datang 27 Puskesmas yang ada di Kab Sidoarjo.

“Di Puskesmas bisa konseling apa yang dikeluhkan dan diberikan obat dengan gratis,” komentar Didik Sujarwo, Jum at (26/11) akhir pekan lalu.

Menurut Didik, pada tahun 2021 terjadi peningkatan pelayanan kesehatan jiwa, karena dalam waktu dua tahun ini semua masyarakat harus menghadapi musibah berupa pandemi covid-19. Dampaknya tidak hanya pada sisi kesehatan saja juga merembet pada masalah sosial dan ekonomi.

Pada sisi ekonomi, seperti diketahui pandemi covid-19, telah memporak-porandakan ekonomi. Sehingga kondisinya menjadi lesu, bahkan berdampak pada pemutusan hubungan kerja. Di Kab Sidoarjo, data dari Dinas Tenaga Kerja, pengangguran terbuka, dampak dari PHK di perushaan mencapai angka 10 ribuan. Jumlah ini terbanyak di Provinsi Jawa Timur. Sebab Kab Sidoarjo memang daerah industri.

27 Puskesmas di Kab Sidoarjo dalam melayani kesehatan jiwa warga Sidoajo, ada yang sudah membentuk Posyandu jiwa. Seperti Posyandu lainnya, di Posyandu jiwa juga ada proses seperti timbang badan, tensi darah kemudian diberikan obat.

Sampai saat ini jumlah Posyandu jiwa ini, kata Didik, masih ada sebanyak 17 tempat yang terdapat di 11 Puskesmas. Sebanyak 16 Puskemas yang masih belum membentuk Posyandu jiwa ini, pada tahun 2022 mendatang, diharapkan secara bertahap agar mulai membentuk.

Dari data yang ada, 17 Posyandu jiwa ini terdapat di Puskesmas Sidoarjo ada 1, Puskesmas Candi ada1, Puskemas Trosobo ada 2, Puskemas Barengkrajan ada 2, Puskesmas Buduran ada 1, Puskesmas, Tanggulangin ada 1, Puskeamas Kedungsolo ada 1, Puskesmas Jabon ada 1, Puskesmas Waru ada 5, Puskesmas Suodono ada 1 dan Puskesmas Balongbendo ada 1.

Menurut Didik, meningkatnya pelayanan kesehatan jiwa warga, diantaranya dipengaruhi sejumlah faktor. Misalnya, persaingan hidup yang ketat, gaya hidup dan tuntutan hidup yang keras dari warga.

Dirinya memberi penjelasan, kenapa satu Puskesmas kadang sampai harus mempunyai lebih dari satu fasilitas pelayanan Posyandu jiwa ?.

Menurut Didik, itu bukan sekedar asal-asalan saja. Namun Itu karena berdasarkan hasil suatu survey, kalau di wilayah yang bersangkutan rentan untuk bisa muncul dan terganggunya kesehatan jiwa dari warganya.

Didik memberi gambaran, misalnya di Puskesmas Waru sampai ada 5 fasilitas Posyandu jiwa, Itu tidak asal-asalan membentuk. Namun berdasarkan hasil survey, sehingga warga masyarakat di wilayah itu, karena sesuatu sebab yang sangat khusus, sehingga sangat perlu untuk mendapatkan layanan yang lebih banyak dari wilayah yang lain.

Disana yang merupakan wilayah semi perkotaan, padat penduduk, mobilitas penduduknya tinggi, otomatis tuntutan hidup tinggi, gaya hidup tinggi, persaingan hidup yang ketat, bisa memicu timbulnya penyakit-penyakit yang mempengaruhi kesehatan jiwa,” komentarnya.

Meski kesehatan jiwa termasuk penyakit tidak menular, namun diharapkan jumlahnya tiap tahun bisa semakin menurun. Warga Sidoarjo diharapkan bisa mengelola stres. Dengan cara hidup neriman, sederhana dan banyak bersyukur atas nikmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. (kus)

Tags: