Pelayanan Publik di Kabupaten Malang Tetap Baik

Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa (tengah)

Pemkab Malang, Bhirawa
Deputi Pelayanan Publik Kementerian Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Diah Natalisa, pada Selasa (13/10), melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Kunker yang dilakukan Deputi Pelayanan Publik itu, untuk mengetahui pelayanan publik di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

Selain itu, kata Diah, dirinya juga akan mengunjungi pelayanan publik di Kantor Polres Malang. Kunjungan ke KEK Singhasari untuk mengetahui sejauh ini up date-nya seperti apa. Dirinya seperti biasa setiap tahun melakukan kunjungan ke berbagai daerah. Sementara, dari hasil evaluasi pelayanan publik di Pemkab Malang ini sudah baik. “Tapi kami juga berupaya untuk menjadi lebih baik dan pelayanan prima lebih tercapai,” terangnya.

Menurutnya, inovasi-inovasi pelayanan publik yang dilakukan Pemkab Malang ini telah mumpuni, dan empat inovasi yang kini terus dikembangkan Pemkab setempat yang sudah masuk dalam tim inovator penyelenggaraan kompetisi pelayanan publik sampai 2018.

Namun, pada 2019 sepertinya belum ada yang masuk, sehingga kami terus mendorong agar terus memberikan kreativitas dan terobosan dalam bidang pelayanan publik. Dirinya juga memohon untuk di share melalui kompetesi pelayanan publik, yang hal itu untuk menyemangati tidak hanya di Kabupaten Malang saja, tapi juga hal-hal yang positif dapat disebar luaskan di seluruh Indonesia.

Sehingga, lanjut Diah, akselerasi peningkatan pelayanan publik bisa tercapai. Dan kompetesi inovasi itu kami lakukan setiap tahun, dan kebetulan Kabupaten Malang ini sudah pernah masuk empat inovasi, yakni pada tahun 2015, 2016, 2017, dan 2018. Sehingga inovasi itu sangat baik, dalam artian bisa masuk dalam top inovator itu adalah inovasi-inovasi yang mumpuni dengan kreteria yang sudah terstandart dalam mengikuti kompetisi inovasinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan itu sudah bagus.

“Kami terus mendorong muncul lagi inovasi yang baru, karena pada 2019 belum ada yang menang. Dan kami sangat berharap di tahun 2020 ini, dirinya telah melakukan persiapan untuk penyelenggaraan kompetesi inovasi pelayanan publik agar juga dapat diikutsertakan berbagai terobosan,” pintahnya.

“Kami tahu, banyak terobosan yang dilakukan kalau dari lewat umurnya setahun itu bisa diikutsertakan dalam kompetasi inovasi pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Kemenpan RB. Sehingga reformasi birokrasi di Pemkab Malang ini sudah dijalanakan, dan hal itu juga munculnya dari pelayanan publik. Untuk tahun ini, pada Rabu (14/10), akan kami lakukan evaluasi pelayanan publik yang ada di beberapa OPD di lingkungan Pemkab Malang,” kata dia.

Pelayanan publik di masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Pemkab Malang, tegas dia, berbagai teknologi informasi sudah dilakukan. Sehingga hal ini sangat membantu, dan kalau kita hanya terkendala di awal Pandemi Covid-19 memang terasa.

Namun, lambat laun ada kebijakan dari Kemanpan RB, jadi bagaimana melakukan penyesuaian beradaptasi dengan tantangan baru ini, telah membuat kolaborasi dengan daerah-daerah sekitar. “Sehingga hal ini membuat konsidifitas di Kabupaten Malang ini tetap baik,” pungkas Diah.[cyn]

Tags: