Pemasangan APK Pilkada Lamongan Dinilai Asal

Z mb9-IMG-20150928-00888Lamongan, Bhirawa
Sebelumnya yang terjadi pada pemasangan Alat Peraga Kampanye yang molor dari date line, kini muncul masalah lagi pada tubuh Komisi Pemilihan Umum Kabupayen Lamongan. Kendati Alat Peraga Kampanye sudah terpasang di beberapa titik Kota Lamongan, namun kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lamongan masih
saja banjir kritikan.Sebab,sejumlah APK yang sudah terpasang banyak yang tidak sesuai yang di harapkan.
Dengan adanya peristiwa pemasangan APK yang asal-asalan tersebut, Khoirul Huda dari tim sukses (timses) pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lamongan Fadeli-Kartika Hidayati (FAKTA) mengkritik tajam
terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan dalam pemasangan APK yang asal pasang tersebut.
Timses calon pasangan Fadeli-Kartika tersebut menilai pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dilakukan KPU terkesan asal-asalan. KPU terkesan hanya menunaikan kewajibanya saja. Kepada Bhirawa, Senin (28/9) mengatakan, pemasangan umbul-umbul, baliho, tempatnya kurang diketahui masyarakat,” ungkap Anggota tim sukses (timses) FAKTA, Choirul Huda.
Menurut Huda, pemasangan APK, mulai dari spanduk, baliho, dan umbul-umbul, tidak dipasang di tempat-tempat strategis dan terkesan asal beres. “Ada yang dipasang di balai desa, tempatnya tidak strategis,” sambungnya. Sehingga menyebabkan fungsi dari adanya APK yang merupakan alat sosialisasi pilkada tidak berjalan efektif.
Karenanya, dia meminta agar KPU memperbaiki seluruh APK yang telah dipasang. Pun demikian dengan APK yang rusak dan hilang. “Kami minta KPU mengevaluasi kembali. Ada yang rusak, roboh, perlu diperhatikan
KPU sehingga masyarakat mengetahui informasi yang menjadi maksud dan tujuan KPU, sehingga tanggal 9 Desember kedatangan masyarakat ke TPS bisa maksimal. Jangan kemudian regulasi dibatasi kemudian KPU tidak
maksimal, KPU saya kira belum maksimal,” tandasnya.
Pemasangan APK yang berkesan asal-asalan ini menunjukkan bahwa kinerja Komisi Pemilihan Umum masih perlu di pertanyakan.Sebelumnya,pemasangan APK juga molor dari date line dan sekarang pemasanganya tidak tepat dan tidak efektif.
Bahkan,Pantauan Harian Bhirawa di lapangan baliho yang didirikan menggunakan kayu bambu sudah d turunkan.Sebelumnya,beberapa pemasangan baliho di beberapa titik seperti di tepi Jl.Raya Deket Kec.Lamongan itu disinyalir pendirian baliho tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan. Tiga Baliho dari masing-masing pasangan calon yang berukuran 3 x 5 didirikan menggunakan bambu .Padahal,dalam Rencana Anggaran Pelaksanaan semestinya memakai kayu usuk. [mb9]

Tags: