Pembangunan Jaringan Gas di Jawa Timur

foto ilustrasi

Belakangan ini, pemerintah berusaha meningkatkan pemanfaatan gas dalam negeri. Upaya tersebut merupakan salah langkah untuk mengurangi impor LPG. Persiapan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) itupun kini mulai direalisasikan di beberapa wilayah tanah air, termasuk di Jawa Timur. Detailnya, pemerintah berencana membangun jargas ini sebanyak 120.776 sambungan yang tersebar di 21 kabupaten/kota pada 2021 mendatang.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024, pembangunan jargas merupakan salah satu proyek strategis nasional, sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menyediakan energi yang bersih dan murah bagi masyarakat, serta bersumber dari dalam negeri. Tujuan jargas antara lain, mengkoreksi impor dan subsidi LPG yang kian tinggi dari tahun ke tahun. Jadi, logis adanya jika akhirnya pemerintah terus berupaya meningkatkan pemanfaatan gas dalam negeri untuk mengurangi impor LPG sebesar 603.720 ribu ton per tahun, penghematan subsidi LPG sebesar Rp 297,55 miliar per tahun, serta menghemat pengeluaran energi masyarakat Rp 386 miliar per tahun.

Merujuk dari cnnindonesia.com (5/12), sebagian besar jaringan gas yang akan dibangun berlokasi di Jawa Timur. Lokasi pembangunan jargas di Jawa Timur adalah Kabupaten Bojonegoro sebanyak 10 ribu SR, Kabupaten Lamongan 5.935 SR, Kota Surabaya 6.088 SR, Kabupaten Sidoarjo 11.418 SR, Kota Mojokerto 5.699 SR, Kabupaten Mojokerto 5.935 SR, Kabupaten Jombang 6.137 SR, Kabupaten Pasuruan 5.750 SR, Kota Pasuruan 7.003 SR, Kabupaten Probolinggo 5.737 SR dan Kota Probolinggo 5.080 SR.

Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan jargas tersebut, bisa saja terjadi. Misalnya, mulai dari pipa jargas melewati atau crossing dengan jalan, pipa melewati dan crossing dengan rel kereta api, sungai dan jembatan. Oleh sebab itu, supaya proyek jargas tersebut terealisasi dengan baik, maka faktor integritas harus dijaga semua pihak. Termasuk, adanya dukungan stakeholder agar pembangunan jargas tersebut, dapat berjalan sesuai rencana.

Gumoyo Mumpuni Ningsih
Pengajar Universitas Muhammadiyah Malang

Tags: