Pembangunan Pasar Baru Ngunut Tulungagung Kembali Dapat Kucuran Rp4 M

Komisi C DPRD Tulungagung saat melakukan peninjauan di Pasar Ngunut yang baru selesai dibangun kembali paska terbakar hebat baru-baru ini.

Tulungagung, Bhirawa
Jumlah hanggar di Pasar Ngunut yang baru dibangun dan selesai pada akhir tahun 2020 akan bertambah lagi pada tahun 2021 ini. Dari yang semula hanya tiga hanggar menjadi lima hanggar. “Tahun ini alhamdulilah dapat anggaran lagi dari pemerintah pusat sebesar Rp 4 miliar. Rencananya untuk pembangunan hanggar,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah, Minggu (17/1).

Dengan adanya tambahan anggaran tersebut, menurut dia, bakal ada penambahan hanggar yang saat ini di hanya berjumlah tiga hanggar. “Jadi nanti bisa dibangun lagi dua hanggar dengan los. Pembangunannya di lokasi tengah yang kini masih dipagari,” paparnya.

Imroatul Mufidah berharap dengan bertambahnya hanggar dan los baru di Pasar Ngunut pada tahun ini akan membuat seluruh pedagang yang telah direlokasi paska kebakaran hebat pada November 2018 lalu dapat tertampung semua di Pasar Ngunut yang baru dibangun kembali tersebut. “Untuk sekarang karena masih ada tiga hanggar belum bisa menampung semua pedagang yang kemarin direlokasi,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan, mantan Kabag Organisasi Setda Kabupaten Tulungagung ini menyebut Pasar Ngunut yang kembali sudah terbangun belum dapat menampung semua pedagang disebabkan jumlah hanggar dan los yang dibangun belum maksimal. Masalahnya anggaran pembangunan Pasar Ngunut terpangkas akibat penanganan Covid-19.

“Anggaran dari pemerintah pusat atau kementerian sebelumnya untuk pembangunan Pasar Ngunut Rp 10 miliar dipangkas menjadi Rp 2,5 miliar. Jadi untuk pembangunannya hanya tinggal Rp 16 miiar yang ditambah dari anggaran Pemprov Jatim dan APBD Kabupaten Tulungagung,” jelasnya.

Sementara itu, untuk rencana pembukaan atau launching Pasar Ngunut, Imroatul Mufidah menyatakan pada bulan ini juga. “Tanggalnya menyesuaikan keinginan pedagang. Bupati Maryoto Birowo menyerahkan pada pedagang waktu yang tepat untuk pembukaan. Kalau pedagang maunya antara tanggal 20-25 Januari 2021,” bebernya.

Perempuan berjilbab ini memastikan pula tidak ada acara pembukaan Pasar Ngunut secara serimonial. Masalahnya, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 yang melarang warga untuk berkerumun. “Tidak ada peresmian oleh bupati. Beliau (bupati) hanya menandatangani prasasti di pendopo yang kemudian prasasti itu dibawa ke Pasar Ngunut ketika pembukaan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori, menyatakan kondisi kondisi bangunan Pasar Ngunut yang baru dibangun sudah layak untuk ditempati pedagang. “Bangunannya bagus. Penataan kios pun sesuai harapan,” ujarnya saat bersama anggota Komisi C melakukan inspeksi ke Pasar Ngunut belum lama ini.

Ia pun berharap dalam peresmian Pasar Rakyat Ngunut yang baru nanti tidak dilakukan dengan cara mengumpulkan atau mengundang banyak orang. Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. “Kalau bisa peresmiannya dengan cara virtual saja. Saat ini kan belum memungkinkan untuk mengumpulkan banyak orang untuk peresmian,” paparnya.[wed]

Tags: