Pembangunan SPAM di Malang Selatan Sudah Kantongi Izin Pemerintah Pusat

Kali Lesti yang ada diantara Kecamatan Bantur dan Pagelaran yang akan dimanfaatkan Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada masyarakat di wilayah Malang Selatan. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang akan dibangun Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang di wilayah Malang Selatan sudah dipastikan  telah mendapatkan  legalitas dan rekomendasi dari Pemerintah Pusat.  Sedangkan  air yang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat tersebut dari Kali Lesti, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur dan Sumber Air Kaligoro, Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Menurut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera, Minggu (7/2), kepada wartawan, pemanfaatan Kali Lesti untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada masyarakat Malang Selatan, yang nantinya akan dikelola oleh Perumda Tirta Kanjuruhan , hal ini sudah mendapatkan izin dari Pemerintah Pusat. “Jika nanti pembangunan SPAM selesai dikerjakan, maka hal tersebut akan bisa mengatasi kekeringan, karena setiap musim kemarau ada enam  kecamatan di wilayah Malang Selatan terjadi kekeringan,” ungkapnya.

Dijelaskan, Kali Lesti berada antara Kecamatan Pagelaran dan Bantur, karena sungai tersebut selama ini menjadi penghubung antar desa di dua kecamatan , yakni dengan menyeberang menggunakan rakit. Selain itu, Kali Lesti meski musim kemarau airnya tetap besar. Sehingga airnya dimanfaatkan Perumda Tirta Kanjuruhan untuk memenuhi masyarakat terkait kebutuhan air bersih di wilayah Malang Selatan. Dan meskipun Kali Lesti dimanfaatkan sebagai air bersih oleh Perumda Tirta Kanjuruhan, hal itu tidak akan merusak potensi sumber daya air.

Jadi, Avicena melanjutkan, sumber daya airnya itu sebenarnya sudah di sungai, berarti air sudah limpasan atau aliran air yang mengalir di atas permukaan  karena penuhnya kapasitas infiltrasi tanah. Sehingga sudah tidak terpakai lagi untuk pengairan kususnya di Kabupaten Malang. “Yang akhirnya bisa dimanfaatkan Perunmda Tirta Kanjurhan untuk SPAM, dan tidak akan ada pengaruhnya dengan pemanfaatan air Kali Lesti dengan saluran irigasi,” ujarnya.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang M Haris Fadillah mengatakan, jika pembangunan kedua SPAM tersebut nantinya akan menelan anggaran mencapai Rp 380 miliar. Sedangkan  anggaran itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dan pembangunan SPAM itu nantinya akan memenuhi kebutuhan air bersih pada enam  kecamatan, seperti Bantur, Pagak, Donomulyo, Subermanjing Wetan, Gedangan dan Kalipare.

“Kami sudah menyiapakan lahan untuk pengelolaan  air dari Kali Lesti, yakni seluas 5.000 meter persegi (m2). Sehingga lahan tersebut akan kita gunakan untuk membangun intake, bak pengendap air, bak penampung air, dan  rumah mesin pompa,” ungkapnya.

Dan untuk pemanfaatan Sumber Air Kaligoro, lanjut Haris, tahap awal sudah kita sosialisasikan  untuk pembebasan  lahan untuk membuat tandan air. Dan rencananya pada bulan Maret 2021 mendatang,  yang peletakan batu pertama untuk pembangunan tandon tersebut, yang langsung dilakukan oleh Bupati Malang HM Sanusi. Sedangkan  pemanfaatan air bersih dari Sumber Air Kaligoro diproyeksikan untuk dapat memenuhi kebutuhan air bersih pada 1500 pelanggan yang tersebar di dua kecamatan, yakni Gedangan dan Sumbermanjing Wetan.

Untuk saat ini, jelas dia, Sumber Air Kaligoro sudah  mulai kita operasionalkan, dan untuk sementara warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, baru nanti kita distribusikan ke Desa Sumberejo dan Segaran, yang kedua desa tersebut  masuk Kecamatan Gedangan . “Dan selanjutnya, Sumber Air Kaligoro akan bisa dinikmati masyarakat yang berada di Kecamatan Sumawe dan Gedangan,”  pungkasnya. [cyn]

Tags: