Pembelajaran Tatap Muka, Dewan Panggil Dinas Pendidikan

Sugeng Suroso

Kabupaten Blitar, Bhirawa
Persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan segera dilaksanakan pada tahun depan, Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar segera mengundang Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar untuk membahas perispan pelaksanaan PTM ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso mengatakan Pemerintah Pusat telah memperbolehkan kegiatan pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021, dimana untuk penerapannya sendiri akan menjadi kewenangan Pemerintah Daerah termasuk di Kabupaten Blitar.

“Sesuai dengan kebijakan, mulai tahun depan diperbolehkan untuk dilakukan pembelajaran tatap muka,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso.

Lanjut Sugeng Suroso, menindaklanjuti kebijakan tersebut dalam waktu dekat pihaknya akan akan mengundang eksekutif dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar untuk membahas persiapan pembelajaran tatap muka.

“Jika dinyatakan sudah siap, kami juga akan tetap memantau langsung ke sekolah-sekolah, untuk melihat lebih dekat persiapannya,” jelasnya.

Bahkan dikatakan Sugeng, hal yang akan dilakukan pengecekan utamanya fasilitas penerapan protokol kesehatan, mulai dari alat pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer. “Juga pengaturan jarak antar siswa disetiap kelas harus diperhatikan. Jika kelas tidak memadai, kegiatan bisa dilakukan secara bergiliran,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjaka mengaku sudah siap menerapkan pembelajaran tatap muka, dimana pembelajaran akan dilakukan ke semua sekolah, mulai dari PAUD sampai SMP dengan menyiapkan fasilitas protokol kesehatan dengan baik.

“Sesuai dengan kebijakan dari Kemendikbud bahwa pembelajaran secara tatap muka diperbolehkan mulai Januari 2021, dan kami siap menerapkannya dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Budi Kusumarjaka.

Selain itu dikatakan Budi Kusumarjaka, sesuai juknis dari Kemendikbud, bagi daerah yang berstatus zona merah diperbolehkan melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka sebesar 8 persen, kemudian zona orange 12 persen, zona kuning 20 persen, dan zona hijau 75 persen. Namun semua kebijakan itu tergantung pemerintah daerah.

Bahkan untuk mematangkan persiapan, pihaknya mengadakan lomba kesiapannya atau sekolah tangguh, dimana dari hasil pantauannya, kesiapan mayoritas sekolah sudah bagus, mulai masuk dilakukan pengecekan suhu tubuh, disediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, disemua kelas.

“Jika mulai dilaksanakan pembelajaran tatap muka, nantinya jam masuk siswa juga diatur dan tidak ada jam istirahat. Untuk tahap awal rencananya akan dilakukan pembelajaran sekitar 2 jam, kemudian langsung pulang,” pungkasnya. [htn]

Tags: