Pemberkasan Bambang DH Terancam Masuk Angin

uploads--1--2014--08--14180-ilustrasi-berkas-kejaksaan-kembalikan-narkoba-oknum-sekwan-dprd-surabayaKejati,Bhirawa
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Elvis Johnny memastikan jika nanti Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf bertemu dengannya untuk membahas kasus penyelewengan dana jasa pungut (japung) yang sudah menetapkan Bambang DH sebagai tersangka maka tidak serta merta akan membuat kasus tersebut ditingkatkan statusnya menjadi lengkap.
Ia menolak jika hal tersebut pernah juga dilakukan dirinya dan Irjen Pol Anas Yusuf saat bertemu membahas kasus narkoba dengan tersangka Zeng Qiuyun alias Lisa (37), WNA Tiongkok. Kasus sempat bolak-balik dari kepolisian ke Kejaksaan hingga akhirnya Kajati dan Kapolda bertemu dan beberapa jam kemudian, JPU menyatakan berkas Lisa P21.
“Kasus Lisa dan Bambang DH itu beda, jadi tidak ada hubungannya dan tidak ada pengaruhnya,” ujarnya.
Elvis juga mengaku jika kasus Bambang DH selama ini bolak-balik karena berdasarkan SOP, dan itu tidak akan berpengaruh meskipun pimpinan Polda Jatim mengajaknya untuk bertemu. “Tidak ada pengaruhnya, karena bolak-baliknya proses penyidikan sesuai dengan SOP,” ujarnya.
Sebelumnya, berkas kasus ini bolak-balik dari penyidik kepolisian ke jaksa peneliti hingga kali kelima. Jaksa peneliti berdalih jika penyidik belum menyertakan peran aktif BDH dalam kasus ini.
Seperti diberitakan, Bambang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencairan dana japung untuk DPRD sebesar Rp 720 juta. Kasus itu sebelumnya sudah menyeret empat pejabat dan dihukum bersalah.
Mereka adalah mantan Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf, mantan Sekkota Sukamto Hadi, mantan Asisten II Muhlas Udin, dan mantan Kabag Keuangan Poerwito. Penyidik mendapati bukti bahwa Bambang yang menyetujui pencairan itu sehingga ditetapkan sebagai tersangka. [bed]

Tags: