Pemberlakuan Jam Malam di Kota Surabaya Dinilai Tak Efektif

Mahfudz

Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal memberlakukan jam malam. Kebijakan ini dianggap sebagai kelanjutan dari ketidak berhasilannya Surabaya menekan angka penyebaran Covid-19.

Pemberlakuan jam malam itu disoroti oleh Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya sekaligus sebagai Wakil Ketua Fraksi PKB, Mahfudz. Menurutnya, wacana pemberlakuan jam malam oleh Gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Surabaya tidak efektif.

“Pemkot tidak punya solusi efektif untuk mencegah Covid-19 ini. Akhirnya jam malam kembali diberlakukan, Tidak ada efeknya, kalau mau memang lock down, ya sudah di lock down saja,” kata Mahfudz, Rabu (08/07).

Selain efektifitas yang dianggap kurang, legislatif dari fraksi PKB ini juga menjelaskan, jika benar terjadi pernerapan ini makan akan merugikan bagi masyarakat sekitar dan mengganggu roda perekonomian di daerah itu.

“Begitu diberlakukan jam malam, otomatis warga yang punya usaha waktunya terpotong,” terang Mahfudz.

Untuk memutus penyebaran Covid-19 Mahfudz menyarankan pemerintah agar memperketat terhadap perilaku hidup sehat bagi masyarakat, seperti pengawasan warga yang tidak memakai masker dan tidak melakukan psycal distancing. Menurutnya hal itu lebih efektif dan logis.

“Kalau langkah kongkrit karena ini sudah terlanjur semua, ya sudah terapkan protokol kesehatan memakai masker, hand sanitizer, cuci tangan dan jaga jarak itu saja terapkan secara ketat,” pungkas Mahfudz.

Seperti diketahui Pemkot Surabaya mengubah Perwali No 28 Tahun 2020 soal transisi new normal. Nantinya, Perwali itu akan mengatur pembatasan aktivitas malam atau jam malam.

Aturan jam malam akan diterapkan mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Seperti yang disampaikan Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto.

“Di mana di situ akan ada pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah, diharapkan selesai pada pukul 22.00 WIB. Sampai dimulainya aktivitas masyarakat jam 04.00 atau jam 05.00 WIB,” kata Irvan kepada wartawan di kantor BPB Linmas Kota Surabaya, Senin (6/7).

Irvan menambahkan, aturan jam malam berlaku bagi semua masyarakat di Kota Surabaya. Hanya aktivitas kesehatan dan logistik yang nantinya masih boleh berjalan 24 jam. [dre]

Tags: