Pemerintah Kabupaten Jombang segera Bentuk Tim Cagar Budaya

Budi Nugroho

Jombang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menyatakan bakal membentuk Tim Cagar Budaya. Hal itu sesuai dengan regulasi yang ada terkait pelestarian benda cagar budaya. Selain itu sejumlah penemuan benda kuno yang beberapa kali terjadi di Kabupaten Jombang juga merupakan salah satu alasan tim tersebut akan dibentuk.
Meski begitu, Tim Cagar Budaya Kabupaten Jombang yang dimaksud masih akan di bentuk pada tahun 2020 mendatang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Budi Nugroho menjelaskan, pihaknya nantinya akan mengajukan kepada Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan (BKDPP) Kabupaten Jombang untuk peningkatan kompetensi pendidikan ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk kompetensi cagar budaya.
“Untuk tim ahli (cagar budaya), kita harus punya tenaga itu dulu, dari internal Pemkab Jombang. Nanti kita usulkan tenaga-tenaga dari Dinas Pendidikan. Sehingga setelah ada ASN ahli itu, nanti kita bentuk tim,” papar Budi Nugroho saat diwawancarai media ini, Jumat (26/07).
Budi Nugroho melanjutkan, meskipun nantinya juga memungkinkan komposisi Tim Cagar Budaya tersebut ada yang berasal dari luar Pemkab, paling tidak di internal harus mempunyai ahli cagar budaya.
“Jadi nanti tim kita bentuk tahun 2020,” tandas Budi Nugroho.
Diakuinya, adanya temuan-temuan benda kuno di Jombang tersebut sebetulnya merupakan potensi daerah untuk pengembangan budaya daerah dan mungkin juga bisa mengarah pada pariwisata daerah. Pihaknya akan memperjelas sejauh mana nantinya terkait keabsahan pengelolaannya antara daerah dengan pusat.
“Entah nanti dalam bentuk MoU atau seperti apa,” imbuhnya.
Terkait pemajuan kebudayaan daerah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy bahkan menandaskan, Pemerintah Pusat telah menyiapkan anggaran untuk mendukungnya, yakni dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Kan sekarang sudah Dana Alokasi Khusus untuk pemajuan kebudayaan yang diserahkan ke Pemerintah Daerah,” tandas Muhadjir Effendy saat diwawancarai di Jombang, Minggu siang (28/07).
Sementara itu terkait adanya sejumlah penemuan benda kuno (benda cagar budaya) di beberapa tempat di Kabupaten Jombang akhir-akhir ini, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto berpendapat, terkait pelestariannya, daerah yang bersangkutan bisa menentukan temuan-temuan tersebut sebagai cagar budaya.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kepala BPCB Trowulan, Mojokerto, Andi M Said saat diwawancarai sejumlah wartawan di Jombang, Rabu siang (17/07). Andi menjelaskan, sebelum melakukan temuan benda cagar budaya menjadi sebuah situs cagar budaya, daerah meregister temuan-temuan tersebut. Dia juga mengatakan, terkait adanya temuan-temuan itu, pihaknya sudah menerima laporan dan menerjunkan petugasnya ke lapangan.
“Jadi dinas yang menangani kebudayaan, itu dimasukkan dalam daftar. Sehingga berdasarkan daftar yang ada itu, diolah oleh tim ahli cagar budaya untuk ditetapkan sebagai cagar budaya,” ujar Andi M Said.
Ditanya lebih lanjut apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh Kabupaten Jombang terkait cagar budaya ini, dia menjawab, yang terpenting menurutnya yakni, Kabupaten Jombang menetapkan seluruh data yang ada sebagai aset kebudayaan Jombang.
“Berdasarkan itu nanti bisa diproses untuk bisa ditetapkan sebagai cagar budaya,” tandas Andi M Said.
Selain itu ditambahkannya, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2017, setiap daerah harus menyusun pokok-pokok pikiran kebudayaan yang menunjukkan kekayaan budaya di wilayah daerah yang bersangkutan.
“Berdasarkan itu nanti, kalau dia punya data, pemerintah daerah dalam hal ini dinas kebudayaan itu bisa meminta DAK kepada kementrian yang menangani masalah kebudayaan,” pungkasnya.
Dinilainya, saat ini seharusnya Kabupaten Jombang memiliki tim cagar budaya yang minimal berjumlah lima orang yang di-SK kan oleh Bupati Jombang. Tim itulah kata Andi, yang akan memproses setiap rencana penetapan cagar budaya.(rif)

Tags: