Pemerintah Kabupaten Malang Bangun Isoter di Tiap Kecamatan

Rusunawa ASN ymilik Pemkab Malang yang kini masih dijadikan Safe House sebagai tempat isolasi bagi warga Kab Malang yang terinveksi Covid-19, yang saat ini ruang isolasi dalam kondisi penuh. [cahyono/Bhirawa]

Penuhi Ruang Isolasi Pasien Covid-19
Kab Malang, Bhirawa
Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Aparatur Sipil Negara (ASN) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, yang sejak terjadinya Pandemi Covid-19 digunakan untuk tempat isolasi bagi pasien yang terpapar virus corona, kini dalam kondisi penuh. Sehingga dengan penuhnya tempat isolasi tersebut, maka Pemkab setempat akan membangun isolasi terpadu (isoter).

Sedangkan rencana pembangunan isoter itu, akan dibangun di setiap kecamatan. Dan di Kabupaten Malang ini, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo, Minggu (1/8), kepada wartawan, terdapat 33 kecamatan. Nantinya, isoter yang akan dibangun itu akan menampung pasien yang terkonfirmasi Covid-19. “Mengingat saat ini di Kabupaten Malang terdapat 2 ribu orang kini menjalankan isolasi mamdiri (isoman). Sehingga jika isoter sudah dibangun, maka warga yang melakukan isoman akan dijemput Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, kemudian dipindahkan ke isoter,” terangnya.

Menurut dia, sebelum warga Kabupaten Malang yang isoman kita dipindahkan ke isoter, tentunya akan diberikan pemahaman terlebih dahulu. Hal ini agar mereka mau menjalani isolasi di tempat yang disediakan oleh Pemkab Malang yaitu isoter yang berada di masing-masing kecematan. Namun, untuk rencana pemindahan warga yang isoman ke isoter, tentunya bisa mendapatkan kendala. Salah satunya mereka akan menolak ketika akan dipindahkan ke isoter. Karena saat isoman di rumahnya mereka masih bisa beraktivitas untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Terutama pada warga di wilayah pedesaan, rata-rata mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sebagai petani dan beternak, baik itu beternak sapi, kambing, ayam maupun beternal lainnya,” tutur Arbani.

Karena, lanjut dia, jika mereka menjalani perawatan di isoter, yang jelas mereka akan meninggalkan pemeliharaannya, sehingga hal ini harus kita cari solusinya. Sementara, warga yang mau dirawat di isoter, bagi warga yang tidak memiliki tempat untuk isolasi selama terpapar Covid-19. Sehingga keberadaan isoter sangat membantu mereka untuk dilakukan perawatan. Dengan mereka mau menjalini perawatan di isoter, yang jelas anggota keluarganya bisa terhindar penularan virus tersebut.

Warga Kabupaten Malang, lanjut dia, yang dirawat di isoter akan mendapatkan kebutuhan makan tiga kali sehari, yang anggarannya dari Pemkab Malang. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan tambahan obat herbal, yang mana nantinya bisa membantu untuk meningkatkan imunitas tubuh agar cepat sembuh. Sedangkan tujuan utama warga yang terpapar Covid-19 menjalani perawatan di isoter, yakni agar mereka bisa dipantau oleh tenaga kesehatan (nakes) selama 24 jam. Dengan begitu diharapkan warga yang sedang isoman tidak ada yang menolak ketika akan dipindahlan ke isoter.

“Kami berupaya untuk memberikan pemahaman kepada warga Kabupaten Malang yang kini menjalani isoman akibat terpapar Covid-19, agar mau dan senang hati untuk menjalani isolasi di isoter,” pungkas Arbani. [cyn]

Tags: