Pemerintah Kabupaten Malang Fasilitasi Pinjaman Modal Usaha Pelaku UMKM

Kepala Dinkop dan UMKM Kab Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki

Kab Malang, Bhirawa
Belum berakhirnya Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), hal itu masih membawa dampak pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Malang. Sehingga dengan dampak yang dirasakan pada pelaku UMKM tersebut, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan memfasilitasi untuk mendapatkan bantuan permodalam kepada pelaku UMKM tersebut.

Sedangkan Pemkab Malang dalam memfalitasi permodalan kepada pelaku UMKM, hal itu agar pelaku UMKM yang tergabung atau terdaftar pada Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop dan UMKM) Kabupaten Malang bisa melanjutkan usahanya. Dan selain itu agar untuk bisa kembali membangkitkan gairah pada pelaku UMKM ditengah Covid-19. Karena Covid-19 ini, telah mempengaruhi daya beli masyarakat menjadi turun, dan juga berdampak pada pelaku UMKM yang telah lesu. “Untuk itu, pelaku UMKM perlu mendapatkan pinjaman permodalan,” tegas Kepala Diskop dan UMKM Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki, Selasa (18/8), kepada wartawan.  

Menurutnya, dengan adanya bantuan permodalan itu, diharapkan nanti pelaku UMKM bisa memproduksi lagi usahanya. Karena adanya Pandemi Covid-19, mereka telah kehilangan penghasilan, dan bahkan ada pelaku UMKM yang terancam gulung tikar. Sedangkan bantuan permodalan untuk pelaku UMKM itu, tentunya terlebih dahulu mengajuan modal melalui bank dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR),  dengan bunga rendah, yakni hanya sebesar 0,2 persen dan tanpa agunan. 

“Dengan melalui KUR tanpa angunan dan bunga rendah setiap bulannya, maka telah meringankan beban pelaku UMKM. Dan pagu maksimal peminjaman modal usaha yaitu sebesar Rp 50 juta. Namun, jika ada pelaku UMKM yang butuh modal usaha lebih dari Rp 50 juta, tentunya harus pakai agunan,” jelas Pantja.

Dijelaskan, saat ini terdapat 3 ribu orang pelaku UMKM di Kabupaten Malang yang sedang diproses untuk mendapatkan bantuan peminjaman modal usaha. Dan Pemkab Malang tidak hanya memfalitasi peminjaman modal saja, tapi juga memfalitasi dalam segi produksi dan pemasaran. Sedangkan Pemkab Malang sendiri juga memiliki penyertaan modal pada bank yang ditunjuk, sebesar Rp 100 miliar. Sehingga dengan adanya pernyetaan modal tersebut, maka para pelaku UMKM lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.  

“Dan syarat untuk mendapatkan pinjaman modal usaha itu, pelaku UMKM hanya menyertakan foto copy Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Pemerintah Desa, serta juga melampirkan legalitas Izin Usaha Mikro (IUM),” tandas Pantja. [cyn]

Tags: