Pemerintah Kabupaten Pamekasan Segera Relokasi PKL Arek Lancor

Pedagang Kali Lima (PKL) Arek Lancor, kini berjualan di area jalan protokol kota Pamekasan. [syamsudin/bhirawa]

Pamekasan, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan akan menata ulang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitar area Monumen Arek Lancor. Karena sejak merebaknya wabah Corona Virus (Covid 19) mereka PKL tidak lagi berjualan di lokasi tersebut.

Sejumlah pedagang makanan, minuman dan pernak-pernik dan penyedia permainan anak- anak, selama ini menggelar usaha di area lancor, termasuk kegiatan car free day. Kini harus menggelarnya di sejumlah ruas jalan protokol kota Pamekasan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pamekasan A Fata mengatakan di Pamekasan rencana relokasi itu lantaran telah selesainya pembangunan eks rumah sakit yang berada di jalan kesehatan. Dan diperkirakan penataan PKL antara bulan ini hingga Februari 2021.

Dikatakan, sesuai petunjuk dari Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pamekasan, tidak hanya relokasi PKL di Arek Lancor saja yang akan dipindahkan namun juga acara car free day yang diselenggarakan tiap hari minggu juga akan dipindahkan namun ke depan Mandhepah Agung Ronggosukowati.

“Dan Insya Allah tidak hanya PKL Arek Lancor saja yang akan dipindahkan ke lahan eks rumah sakit, tetapi juga car free day pun akan dipindahkan ke depan Mandhepah Agung Ronggosukowati. Jadi semua yang di Arek Lancor itu akan dipindah,” katanya.

Adapun konsep yang diinginkan oleh pemerintah daerah di eks rumah sakit berupa pusat jajanan serba ada atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Pujasera”.

Dalam relokasi itu, Pemkab melibatkan tim terpadu yang terdiri dari berbagai unsur terkait, dan institusi lain yang memiliki kewenangan dalam hal penataan dan pembinaan PKL.

“Karena dalam hal ini, bupati menginginkan tidak ada program OPD tetapi yang ada hanya program Pemkab Pamekasan, maka dalam minggu ini kami akan melakukan rapat dengan tim terpadu yang didalamnya ada Satpol-PP, DLH, unsur kecamatan dan sebagainya,” kata ujar Fata.

Nurul, salah seorang PKL, yang berjualan puluhan tahun di area Monumen Arek Lancor mengaku siap untuk direlokasi kalau memang semua pedagang dipindah. Ditambahkan, kalau dilihat lokasi yang jelas lebih bagus di Arek Lancor karena di pinggir jalan.

“Meskipun siap untuk direlokasi, namun ia berharap ada kebijakan lain dari pemerintah daerah agar dapatnya tetap berjualan di tempat semula apalagi di tengah pandemi COVID-19 yang serba sulit,” pinta Nurul.

Sedang data di Dinas Koperasi UKM, PKL berjualan di area Monumen Arek Lancor yang terdata sebanyak 199 pedagang. Jumlah PKL di Pamekasan tersebar di 13 kecamatan 1.828 pedagang. [din]

Tags: