Pemerintah Kabupaten Probolinggo Mulai Berlakukan Kembali Apel Bersama

Foto: Apel pegawai Pemkab Probolinggo mulai diberlakukan. [wiwit agus pribadi/bhirawa]

Jam Kerja Pegawai Pemkot Kembali Normal
Probolinggo, Bhirawa
Mulai Jumat ini 5/6/2020, ribuan pegawai Pemkot Probolinggo, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN mulai memberlakukan jam kerja normal.

Jam kerja yang selama pandemi korona dipangkas sampai pukul 13.00, mulai hari ini diberlakukan sampai pukul 16.00. Demikian pula dikabupaten Probolinggo mulai berlakukan kembali apel bersama.

Perubahan jam kerja ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Probolinggo tertanggal 4 Juni 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dan non-ASN dalam Persiapan Pelaksanaan Tatanan Normal Baru di Lingkungan Pemkot Probolinggo.

Dalam SE itu disebutkan, pelaksanaan work from home (WFH) masih diberlakukan dengan sistem sif yang diatur oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, kebijakan ini dikecualikan untuk pejabat eselon II dan eselon III.

SE itu juga mengatur jam kerja bagi OPD maupun unit kerja bagi OPD yang bekerja selama 5 hari kerja dan 6 hari kerja. Bagi yang menjalankan 5 hari kerja untuk Senin-Kamis dimulai pukul 07.30 sampai pukul 16.00.

Dengan jam istirahat pukul 11.30 sampai 12.00. Sedangkan, Jumat, jam kerja pegawai dimulai pukul 07.30 sampai 12.00. Dalam SE itu juga diatur tentang OPD atau unit kerja yang bekerja selama 6 hari kerja. Untuk Senin-Kamis, bekerja mulai pukul 07.00 sampai pukul 14.00. Jumat pukul 07.00 sampai pukul 11.30. Jam kerja untuk Sabtu mulai pukul 07.00 sampai pukul 12.00.

Melalui SE ini, juga ditekankan penerapan teknologi informasi serta protokol kesehatan dalam kegiatan pelayanan masyarakat. “Sebenarnya masih dalam persiapan pelaksanaan tatanan normal baru, khususnya penyesuaian jam kerja ASN. Kami masih melaksanakan sif kerja dari rumah dan di kantor dengan pembagian sif diatur oleh masing-masing kepala OPD,” ujar Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Probolinggo Pridjo Djatmiko, Selasa (9/6/2020).

Pengaturan jam kerja baru ini tetap mempertimbangkan jumlah pegawai dan situasi tempat kerja. Serta, penerapan protokol kesehatan. “Jam kerja masuk sudah normal, baik yang kerja di kantor maupun dari rumah,” ujarnya.

Disinggung mengenai absensi pegawai, mantan kepala BPBD Kota Probolinggo ini memastikan absensi dilakukan normal seperti sebelum pandemi. Yakni, sehari 3 kali. “Absensi baik yang kerja dari rumah maupun di kantor menggunakan aplikasi. Aplikasi khusus untuk absensi pegawai,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari dua uji coba kegiatan senam bersama Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan halal bihalal ASN sambil berjemur bersama pada dua pekan yang lalu, mulai Senin 8/6/2020 pagi, para ASN yang tetap harus bekerja pada lingkungan Kantor Bupati Probolinggo mulai diberlakukan kembali apel bersama.

Bedanya dengan sebelum adanya pandemi COVID-19, apel bersama ini didahului dengan aktivitas berjemur bersama. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk selalu hidup sehat di tengah-tengah pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Dalam apel dan berjemur bersama tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, para Staf Ahli dan Asisten, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan karyawan/karyawati tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Yakni dengan memakai masker dan menjaga jarak sekitar 1 meter serta cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir setelahnya. “Agar imunitas tubuh kita terjaga, maka apel dan berjemur bersama ini akan menjadi rutinitas setiap hari bagi kita untuk mengawali kerja. Alhamdulillah berdasarkan hasil uji coba sebelumnya dampaknya sangat baik bagi tubuh kita,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Selasa (9/6/2020).

Tutug menjelaskan bahwa target durasi waktu untuk apel dan berjemur ini adalah minimal 20 menit. Dengan rincian 15 menit pertama untuk aktivitas berjemur sambil mendengarkan musik agar tidak jenuh dan 5 menit sisanya untuk mendengarkan arahan dari para pimpinan.

Lebih lanjut Tutug menyampaikan bahwa ikhtiar ini merupakan salah satu langkah dalam rangka bersiap untuk menghadapi wacana penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19 atau New Normal Life.

Dimana semua akan beraktifitas agar tetap survive namun dengan penerapan disiplin protokol kesehatan oleh semua elemen masyarakat dari berbagai sektor.

“Jadi virus ini tidak perlu ditakuti, selama kita mendisiplinkan diri dalam penerapan protokol kesehatan. Minimal 4 kritikal poin yang harus kita patuhi yakni, pakai masker dengan benar, jaga jarak aman, tidak bersalaman atau kontak fisik serta sering cuci tangan dengan sabun atau bahkan mandi dengan keramas,” tegasnya.

“Mandi dan keramas merupakan perlakuan ekstra bagi kita untuk mencegah kemungkinan penyebaran dan penularan virus setelah kita melakukan perjalanan dan berada di tengah kerumunan. Selain itu penggunaan sarung tangan dan kacamata pelindung juga perlu menjadi peralatan wajib saat dibutuhkan,” tambahnya. [wap]

Tags: